Antisipasi Bencana Susulan

0
H. L. Gita Ariadi (Suara NTB/ham)

PEMPROV NTB terus memantau penanganan bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Bima. Bahkan, Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., sudah memerintahkan Asisten III (Administrasi Umum) Setda NTB H. Wirawan, S.Si., M.T., untuk stand by di Pulau Sumbawa memonitor kondisi banjir yang terjadi dan dampaknya pada masyarakat.

’Update penanganan bencana Sumbawa. Bapak Asisten 3 sudah saya perintahkan untuk stand by memonitor keadaan di sana. Dari informasi, airnya sudah agak surut juga,’’ ujar Pj Gubernur H. Lalu Gita Ariadi, usai Rakor Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB  bersama Bupati/Walikota Se-NTB di Pendopo Tengah, Senin, 12 Februari 2024.

Pj Gubernur menegaskan, masalah banjir yang terjadi di Pulau Sumbawa akan menjadi fokus perhatian pihaknya setelah pelaksanaan pemungutan suara, Rabu, 14 Februari 2024. Bahkan, menjadikan giat Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat (Jumat Salam) lebih fokus penanganan banjir di Pulau Sumbawa.

Tidak hanya itu, tambahnya, pada Jumat Salam ini, pihaknya akan menggelar aksi sosial terhadap warga yang menjadi korban. Termasuk berencana menyalurkan pakaian layak pakai dan selimut pada warga yang membutuhkan.

Mengenai jumlah kerugian, Mamiq Gita mengakui, sekarang ini sedang dihitung oleh tim yang ada di lapangan. Namun, ujarnya, yang paling penting adalah penyaluran logistik bagi korban bencana langsung dilakukan, seperti dari Dinas Sosial, BPBD Provinsi dan juga kabupaten/kota.

 Selain itu, tambah Miq Gita, dirinya sudah meminta Pelaksana Harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiagakan alat berat. ‘’Alat berat sudah diterjunkan. Perkiraan BMKG, 12 hingga 15 Februari cuaca ekstrem, pihaknya sudah meminta Kadis PU, misalnya Sumbawa jalur Lunyuk dilaporkan alat berat sudah di lapangan,’’ terangnya.

 Sebelumnya kondisi curah hujan tinggi dan cuaca yang cukup ekstrem di beberapa wilayah NTB, khususnya di Sumbawa, DOmpu dan Bima yang terdampak bencana banjir. Masyarakat diharapkan  harus siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya bencana.

Kalak BPBD NTB Ahmadi mengimbau kepada seluruh masyarakat karena sebagian besar wilayah NTB terpantau telah memasuki musim hujan 2023/2024 dan sebagian masih berada pada masa peralihan. Masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba – tiba dan bersifat lokal, banjir dan tanah longsor. (ham)