Siapkan 5 TPS Khusus bagi Narapidana

0
M. Fadli . (SuaraNTB/ist)

LEMBAGA Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat, telah menyiapkan lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengakomodir 1.178 Narapidana yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Total hunian di Lapas mencapai 1. 682 orang, keluar 6 orang sehingga total hunian yang kita miliki sebanyak 1.676. Sementara jumlah DPT yang kita terima dari KPU sebanyak 1.178 orang,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli kepada wartawan, kemarin.

Terhadap jumlah DPT itu, pihaknya kembali mengusulkan adanya penambahan ke KPU sebanyak 508 orang. Hanya saja untuk penambahan jumlah pemilih tersebut pihaknya masih menunggu konfirmasi lebih dari KPU selaku penyelenggara. “Karena kita kan (Lapas) keluar masuk terus penghuninya, sehingga mudah-mudahan penambahan 508 orang itu bisa diakomodir,” sebutnya.

Saat ditanya alasan mengapa ratusan orang itu telah diserahkan ke KPU, Fadli menyebut ada beberapa alasan. Salah satunya, keterlambatan warga binaan mengumpulkan Kartu Keluarga (KK). “Karena ada juga narapidana yang keluar masuk tahanan. Itu yang membuat sedikit keterlambatan,” ujarnya.

Sementara yang menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) adalah petugas Lapas itu sendiri. Sementara untuk para saksi bisa berasal dari luar Lapas dengan tanda pengenal khusus untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Jadi para petugas nanti yang menjadi PPS. Sedangkan untuk saksi nanti kami akan meminta tanda pengenalnya,” ujarnya.

Meski tanpa melakukan simulasi pemungutan suara di TPS, pihaknya meyakini tidak akan menjadi kendala dalam pelaksanaan pemilu nanti. Apalagi pelaksanaan Pemilu di Lapas bukan kali pertama dilakukan melainkan sudah sering termasuk tahun 2019 lalu. “Karena pengalaman sebelumnya, lancar-lancar saja,” ucapnya.

Dia juga memastikan para petugas Lapas akan bersikap netral sebelum, saat, dan pasca Pemilu. Selain itu, pimpinannya juga sering mengingatkan agar seluruh petugasnya tetap menjaga netralitas. “Pelaksanaan Pemilu di Lapas ini sangat sensitif, namun kami memastikan petugas kami tetap netral dan tetap menjaga independensi,” pungkasnya. (ils)