Penertiban Jukir Liar Jadi Terapi Kejut

0
Zulkarwin

Mataram (Suara NTB) – Aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kota Mataram mengamankan 25 juru parkir liar di sejumlah lokasi di Kota Mataram. Penertiban ini sebagai tindakan tegas dan terapi kejut bagi juru parkir (jukir).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin mengatakan, razia gabungan yang diinisiasi oleh Polresta Mataram dalam rangka cipta kondisi dengan sasaran utama adalah, juru parkir liar dan anak jalanan. Dari hasil penertiban berhasil diamankan 25 juru parkir di berbagai lokasi di Kota Mataram. Salah satunya adalah, dua orang juru parkir di depan eks Bandara Selaparang, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang. Jukir liar memanfaatkan ruas jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas. “Dua orang jukir ini diamankan karena termasuk jukir liar,” kata Zulkarwin dikonfirmasi pekan kemarin.

Diamankannya 25 jukir liar disambut baik oleh Zulkarwin, karena tindakan aparat kepolisian ini sejalan dengan tujuannya menciptakan parkir yang tertib. Selain itu, menjadi peringatan atau terapi kejut bagi jukir lainnya agar mengikuti aturan yang diterapkan oleh Pemkot Mataram. “Saya kira ini bagus sebagai terapi kejut bagi jukir liar,” tegasnya.

Ia menyebutkan, jumlah jukir yang terdata 934 orang yang terdaftar di 744 titik parkir. Jukir yang belum terdata atau kategori liar akan diproyeksikan sebagai sumber pendapatan asli daerah dari retribusi parkir, sehingga direncanakan mengintensifkan titik parkir yang belum terdata dan mengekstensifkan jukir yang tidak terdaftar tersebut. Artinya, titik-titik parkir yang belum terdata akan diintensifkan oleh UPTD Perparkiran sebagai jukir resmi.

Di satu sisi, mantan Camat Selaparang ini juga mendorong kepatuhan juru parkir menggunakan sistem non tunai pada setiap transaksi. Menurutnya, aplikasi SiJukir yang telah dibangun dinilai sangat bagus tinggal mengintervensi sistem tersebut dengan kebijakan dan lain sebagainya. “Saya  melihat sistem sijukir ini sudah bagus, tinggal diintervensi lagi melalui kebijakan, tetapi saya masih pelajari lebih lanjut,” tandasnya.

Zulkarwin mengklarifikasi bahwa terjaringnya 25 jukir tidak bisa dikatakan menggembosi PAD, melainkan tidak dioptimalkan PAD dari titik parkir yang belum terdata. Kedepan, pihaknya akan mengintensifkan pendataan titik baru sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah dari retribusi parkir di Kota Mataram. (cem)