Memasuki Masa Tenang, APK Caleg dan Atribut Parpol Diturunkan

0
Petugas menertibkan APK caleg di salah satu wilayah di Kelurahan Mandalika pada, Minggu, 10 Februari 2024. Para kandidat maupun tim sukses diingatkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi melanggar ketentuan pemilu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tahapan pemilihan umum calon presiden dan wakil presiden serta calon legislatif telah memasuki masa tenang pada 10-13 Februari. Atribut partai politik maupun alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang di sejumlah lokasi di Kota Mataram diturunkan oleh tim terpadu. Para kandidat maupun tim sukses diingatkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi melanggar ketentuan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang menjelaskan, tahapan pemilihan umum calon Presiden dan Wakil Presiden serta calon legislatif telah memasuki masa tenang mulai 10-13 Februari. Selama tiga hari masa tenang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram telah mengirim surat kepada semua paslon maupun partai politik untuk menurunkan secara mandiri alat peraga kampanye mereka.

Faktanya, masih banyak APK maupun atribut parpol yang terpasang sehingga tim terpadu yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, Satuan Polisi Pamong Praja, TNI-Polri, dan lain sebagainya menertibkan secara menyeluruh di skala kota, kecamatan, kelurahan sampai level yang terdepan APK atau atribut parpol. “Tadi setelah apel di Lapangan Sangkareang kita lanjut menurunkan APK yang belum diturunkan oleh tim paslon maupun parpol,” jelas Martawang dikonfirmasi pada Minggu, 10 Februari 2024.

Penyelenggara pemilu sebenarnya telah mengimbau tim sukses dari paslon, calon legislatif maupun parpol menurunkan secara mandiri alat peraga kampanye mereka. Harapannya adalah, masa tenang pemilu ini seluruh pihak bisa menjaga kondusivitas, keamanan, harmonisasi yang terus terjaga di tengah-tengah masyarakat Kota Mataram.

Martawang mengingatkan, peserta pemilu maupun tim sukses dan simpatisan agar tidak ada aktivitas yang berpotensi melanggar ketentuan sebagaimana yang tertuang dalam aturan pemilu 2024, sehingga tidak menimbulkan gejolak atau gesekan di tengah masyarakat. “Tidak ada aktivitas yang berpotensi melanggar ketentuan pemilu,” tandasnya.

Ia mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga Kota Mataram untuk tetap harmoni, aman, ramah, unggul, dan mandiri (Harum) dalam kebersamaan yang saling menjaga dan toleran dalam kebhinekaan. (cem)