Tahan Laju Kenaikan Harga Beras dengan Bapang dan SPHP

0
Penyaluran Bantuan Pangan.(Suara NTB//ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah terus berupaya menahan laju kenaikan harga beras ditengah terbatasnya produksi karena kondisi cuaca ekstrem secara global. Dua instrument yang diperkuat oleh pemerintah adalah dengan menggenjot penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) dalam bentuk beras sebanyak 60 Kg/penerima selama enam bulan. Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pengendalian haga dengan menggenjot kegiatan operasi pasar murah dengan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP).

Plt Pimpinan Wilayah Bulog NTB Ismed Erlando menegaskan, untuk Bapang, penyaluran sudah dilakukan di kabupaten/kota. Jika tahun 2023 lalu jumlah penerima bantuan pangan sebanyak 620.204 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), tahun 2024 ini jumlahnya bertambah menjadi sebanyak 643.000 KPM/PBP (Penerima Bantuan Pangan).

Sebagaimana sebarannya, Kabupaten Lombok Barat 91.868 penerima, Lombok Tengah 154.127 penerima, Lombok Timur 155.796 penerima. Kabupaten Sumbawa 49.581 penerima. Kabupaten Dompu 27.739 penerima. Kabupaten Bima 57.471 penerima. Kabupaten Sumbawa Barat 13.859 penerima. Kabupaten Lombok Utara 38.912 penerima. Kota Mataram 38.203 penerima. Dan Kota Bima 15.444 penerima.

“Bapang ini sedang disalurkan di kabupaten/kota. Bapang ini sangat membantu masyarakat. dapatnya 10 Kg per penerima. Lumayan, tidak sampai beli ke pasar. Ini sangat mempengaruhi harga di pasaran,” katanya.

“Realisasi penyaluran Bapang sampai saat ini sudah 63 persen (per 5 Januari 2024). Khusus untuk Lombok sudah jalan semua,” tambahnya.

Selain Bapang, kegiatan operasi pasar dengan beras SPHP menurut Ismet juga terus menerus dilakukan. Bulog bekerjasama dengan para stakeholder di pemerintah, mitra-mitra Bulog pedagang pasar, pengecer beras, outlet-outlet pangan. Beras SPHP adalah produk dari pemerintah yang disalurkan melalui Perum Bulog. Beras tersebut diserap dari petani di seluruh wilayah Indonesia untuk dikemas dan dipasarkan.

Beras SPHP ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Saat terjadi lonjakan harga, maka beras SPHP akan berperan penting. Selain dipasarkan secara luas, Beras SPHP kerap dijadikan sebagai bantuan pangan dari pemerintah untuk masyarakat yang tidak mampu atau miskin.

Beras Bulog ini memiliki kualitas yang hampir setara beras medium, tetapi dengan harga yang lebih murah. Beras SPHP 2024 dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia dalam bentuk curah dan kemasan 5 kg dengan harga sesuai yang diatur pemerintah, zona 1 Rp10.900 per Kg, zona 2 Rp11.500 per Kg, dan zona 3 Rp11.800 per Kg.

Meskipun dipasarkan bebas, pembelian Beras SPHP dibatasi maksimal 10 Kg per orang. Artinya, setiap orang hanya bisa membeli 2 pack yang masing-masing kemasannya berisi 5 Kg beras. “Kedua instrument ini sangat penting untuk mengendalikan harga beras. Mungkin harga beras belum bisa turun, tapi setidaknya laju kenaikannya dapat dikendalikan,” demikian Ismet. (bul)