Polda Komit Tuntaskan Kasus TPPU Bandar Sabu

0
Deddy Supriadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB, memastikan tetap mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terpidana bandar sabu Ni Nyoman Juliandari alias Mandari dan suaminya Gede Bayu Pratama.

“Penanganan kasus itu (TPPU) masih di tahap penyelidikan, tetapi kami tetap berkomitmen awal untuk mengusutnya hingga tuntas,” tegas Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Deddy Supriadi, kepada wartawan, Selasa, 6 Februari 2024. Dia pun tidak menampik dalam penanganan terhadap kasus TPPU memiliki banyak kendala sehingga penyelidikannya belum ada kemajuan. Meski demikian, dia meyakinkan tetap mengusut perkara tersebut.

“Pada intinya kita tetap akan menangani kasus tersebut hingga tuntas,” ucapnya. Deddy pun meyakinkan dalam pengusutan TPPU tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan samsat dan aset guna menelusuri aset milik terpidana. Kordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga terus dilakukan.

“Koordinasi dengan PPATK masih terus kita lakukan  dan akan kita lanjutkan ke permintaan penelusuran asetnya,” ucapnya. Deddy pun memastikan, penyidik dalam penanganan terhadap perkara TPPU tetap mengedepankan independensi dan profesional. Jika benar terbukti tetap akan diproses secara hukum dan tidak tebang pilih.

“Kasusnya tetap kami tangani secara profesional. Karena penanganannya menggandeng instansi lain, jadi tidak tunggu saja hasilnya,” tegasnya. Dalam perkara ini, Mandari dan Bayu terlepas dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) usai di vonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri Mataram. JPU pun melayangkan kasasi, majelis hakim Mahkamah Agung (MA) berpendapat lain.

Di putusan MA keduanya dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) dan pasal 132 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mandari divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsider tiga bulan kurungan. Sementara Bayu, divonis empat tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Mandari terseret dalam kasus tersebut, berawal dari penangkapan Rana alias Agung. Dari tangan Agung ditemukan barang bukti sabu 1,9 gram dan uang tunai senilai Rp16,9 juta. Setelah ditangkap, Agung pun mengaku menerima sabu dari GS alias Sandi. Ditresnarkoba Polda NTB memburu Sandi dan tertangkap di Hotel Novotel, Kuta Mandalika saat bersama Mandari dan Gede Bayu Pratama serta beberapa anak buahnya.

Tidak hanya itu yang menguatkan Mandari sebagai terduga bandar narkoba dalam dakwaan JPU berdasarkan keterangan Mulek. Yang menyatakan pernah mengambil sabu dari Mandari seberat 50 gram. (ils)