Penataan Pantai Ampenan, Dispar akan Gelar Uji Publik

0
Pedagang menggelar meja dan kursi di lorong atau di atas trotoar yang menjadi akses jalan pengunjung. Dispar akan melakukan uji publik terhadap penataan destinasi Pantai Ampenan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Kota Mataram akan menggelar uji publik untuk penataan kawasan Pantai Ampenan. Uji publik ini penting untuk mendapatkan masukan dari pedagang maupun masyarakat tentang konsep destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra mengaku terhitung baru tiga hari masuk kantor pasca dilantik pada Rabu, 31 Januari 2024, sehingga rencana penataan destinasi wisata Ampenan diawali dengan memanggil konsultan perencana untuk mendengarkan konsepnya. Konsep ini akan dilakukan uji publik dengan masyarakat dan pedagang serta anggota legislatif untuk mendengarkan masukan sebelum pekerjaan fisik. “Saya baru enam hari dilantik, tetapi hitungan jam kerja baru tiga hari. Saya belum pelajari detail tetapi nanti saya akan panggil konsultan perencananya dulu untuk menyerap informasi,” kata Cahya dikonfirmasi pada Selasa, 6 Februari 2024.

Pekerjaan fisik yang menjadi skala prioritas pembangunan akan melibatkan auditor pengawas internal pemerintah atau Inspektorat. Inspektorat sebut Yaya sapaan akrab Kadis Pariwisata Kota Mataram ini, akan melakukan review terhadap perencanaan program. Review ini dinilai penting guna menghindari adanya kesalahan perencanaan dan lain sebagainya.

Anggaran penataan Pantai Ampenan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI senilai Rp4,5 miliar.

Adapun rencana penyerahan dokumen ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram belum diketahui detail. “Kalau ini belum saya tahu pasti makanya mau ketemu dulu dengan konsultannya,” terangnya.

Mantan Camat Sekarbela ini mengklarifikasi bahwa fokus perhatian pemerintah tidak hanya pada destinasi wisata tertentu seperti Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq. Komitmen Pemkot Mataram tetap memberikan perhatian terhadap destinasi wisata lainnya, sehingga tidak ada kesan destinasi wisata yang  dianaktirikan maupun diprioritaskan.

Adapun tingkat ketaatan pedagang di Pantai Ampenan dibandingkan Pantai Loang Baloq jauh lebih teratur di Loang Baloq. Pasalnya, pedagang masih menggelar meja dagangan di lorong jalan. Yaya menegaskan, proyek penataan Pantai Ampenan memiliki tujuan merapikan kawasan destinasi serta mengikuti konsep pengembangan destinasi wisata kekinian sehingga perilaku pedagang diharapkan bisa berubah. “Kita tata dan memprioritaskan pedagang yang sudah ada,” demikian kata dia. (cem)