Oknum Guru SMAN 1 Jereweh Diduga Jadi Joki Politik Uang

0
Ilustrasi

Taliwang (Suara NTB) – Isu adanya seorang oknum guru di SMAN 1 Jereweh membagi-bagikan uang kepada siswanya santer beredar di masyarakat.

Diduga uang tersebut merupakan upaya tindakan politik uang untuk mengarahkan siswa memilih salah satu calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung di Pemilu untuk pemilihan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) III KSB.

Menanggapi isu tersebut, Kordiv Penindakan Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu KSB, Nurhidayati Arifah mengaku, bahwa jajaran Panwascam Jereweh tengah menelusurinya. “Hari ini Panwascam sedang turun lapangan,” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 6 Februari 2024.

Menurut dia, isu adanya tindakan oknum guru membagi-bagikan uang dan mengarahkan siswanya untuk memilih salah seorang Caleg di Dapil III tersebut sudah bergulir sejak beberapa hari terakhir. Atas infomasi awal itu, Panwascam pun langsung menindaklanjutinya dengan mendatangi SMAN 1 Jereweh. “Soal apa hasilnya kami tunggu laporan Panwascam,” cetusnya seraya menambahkan tidak ada laporan terkait isu tersebut ke Bawaslu.

“Informasi awalnya itu di (Panwas) kecamatan ya. Tidak ada yang masuk laporannya ke kami,” sebut Yayaq sapaan akrab Arifah.

Ia memastikan jika dari hasil penelusuran Panwascam ditemukan indikasi dan sejumlah bukti yang mengarah pada tindakan pelanggaran. Pihaknya kata Yayaq, pasti akan menindaklanjuti penanganannya ke tahap selanjutnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, kepala sekolah SMAN 1 Jereweh, Sugrawati mengatakan, pihaknya baru mengetahui terkait isu tersebut dari pihak luar. Atas informasi yang diperolehnya, guru yang diduga melakukan praktik politik uang di lingkungan sekolah itu pun telah diklarifikasi. Namun bersangkutan tidak mengakuinya.

“Saya dapat WA dari orang luar (sekolah) pada hari sabtu soal isu itu. Dan hari senin selesai apel saya kemudian memanggil guru bersangkutan untuk menanyakannya. Tapi beliau menyatakan tidak demikian adanya,” kata Sugrawati.

Pihak sekolah pun tidak dapat melakukan penelusuran lebih dalam soal isu politik uang itu. Menurut Sugrawati pihak sekolah tidak tahu akan mengawali dari mana prosesnya. Sebab tidak ada bukti sedikit pun yang dapat dijadikan titik awal untuk membongkar praktik pelanggaran pemilu di lingkungan sekolahnya itu. “Saya secara pribadi tidak pernah lihat atau pun mendengar isu itu terjadi di lingkungan sekolah kami. Dan kalau misalnya kita mau tanya siswa yang kemungkinan menerima uang, kami juga tidak bisa deteksi karena ada 350-an siswa. Tidak mungkin kita tanya satu per satu,” kilahnya sambil menyampaikan dirinya pernah menyarankan kepada pelapor agar melaporkan isu tersebut ke Bawaslu.

Untuk diketahui dalam salah satu kanal youtube The HS Channel yang mengungkap dugaan aksi politik oleh oknum guru SMAN 1 Jereweh itu. Disebutkan modus operandi yang dilakukan si oknum guru dengan cara memberikan uang kepada sejumlah siswanya. Saat proses penyerahan pun ada aksi sumpah siswa penerima uang menggunakan kitab suci al quran untuk memilih salah seorang Caleg yang akan maju ke DPRD KSB melaui Dapil III. (bug)