Kapolda Puji Organisasi Mahasiswa

0
Kapolda NTB, Raden Umar Faroq membuka Rakorda IMM NTB 2024  di Auditorium Ummat, Selasa, 6 Februari 2024.(Suara NTB/era)

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs Raden Umar Faroq S.H.,M.Hum, membuka Rapat Koordinasi Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB yang dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai 8 Februari di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Kota Mataram, Selasa, 6 Februari 2024.

Kapolda NTB Irjen Pol. Raden Umar memuji Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) memiliki peran penting sebagai pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di pemilu, 14 Februari nanti.

“Ini langkah yang sangat baik, karena Universitas Muhammadiyah Mataram mempunyai peran penting untuk menjadi pelopor pembina kamtibmas akan mensukseskan pesta demokrasi yang saat ini sedang berlangsung,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa situasi politik di NTB terpantau aman, hal ini tidak terlepas dari dukungan berbagai organisasi, seperti organisasi mahasiswa, organisasi pemuda, dan instansi yang mendukung KPU sebagai penyelenggara, Bawaslu sebagai pengawas dan mahasiswa sebagai pemantau yang berkontribusi dalam memberikan situasi kondusif di wilayah NTB

“Situasi politik dan berkebangsaan ini di wilayah NTB alhamdulillah, atas dukungan dari rekan-rekan organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan, para instansi terkait baik itu aparat keamanan, aparat demokrasi, ini mendukung pelaksanaan KPU sebagai penyelenggara, bawaslu sebagai pengawas dan rekan-rekan mahasiswa sebagai pemantau,” jelasnya

Organisasi kemahasiswaan dianggap sebagai suatu komitmen dalam menjalin kemitraan organisasi dengan berbagai pihak, baik itu pemerintahan dan masyarakat yang bertujuan untuk membaca perkembangan situasi di NTB. Tidak hanya itu, organisasi mahasiswa khususnya IMM dipercaya mampu membantu kelancaran pembangunan untuk Indonesia Emas 2024.

Kapolda berharap rapat koordinasi ini akan selalu dilanjutkan, tidak hanya tentang gagasan-gagasan yang dalam rapat koordinasi, tetapi juga pengaplikasiannya di lapangan.

“Mudah-mudahan komitmen dalam menjalankan Rapat koordinasi ini tentu akan berkelanjutan, tidak hanya pembahasan-pembahasan dalam rapat koordinasi, namun aplikasinya di lapangan, di dalam sosial masyarakat, itu juga harus dikembangkan, karena rapat koordinasi tidak akan berkembang apabila tidak memberikan makna yang lebih baik di masyarakat,” imbuhnya. (era)