Gathering Bank NTB Syariah di KLU, Perkuat Pelayanan Keuangan di Masyarakat

0
Literasi dan Gathering Bank NTB Syariah di KLU perkuat pelayanan keuangan di masyarakat.(Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Bank NTB Syariah menggelar Literasi dan Gathering dengan Pemda Lombok Utara di aula Kantor Bupati, Senin, 5 Februari 2024. Pada kesempatan tersebut, Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., meminta manajemen Bank khususnya melalui KCP Tanjung meningkatkan kualitas pelayanan sehingga Bank NTB menjadi pilihan pertama masyarakat.

“Saya berterimakasih kepada Manajemen Bank NTB Syariah yang terus bersinergi dalam pembangunan di Kabupaten Lombok Utara. Begitu juga pihak (Legislatif) yang mendukung  sehingga menjadikan Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu pemegang saham terbesar ke delapan dari 11 Kabupaten yang ada di Provinsi NTB,” ungkap Djohan.

Ia menerangkan, kemajuan teknologi semakin menuntut kemudahan pelayanan agar dapat dilaksanakan secara praktis, efektif dan efisien. Untuk itu, pelayanan Bank NTB Syariah di KLU ke depan, agar didesain untuk membantu percepatan melalui pelayanan yang ramah, berkualitas.

Tidak hanya itu, Djohan juga melihat dinamika perkembangan teknologi yang semakin pesat belakangan ini. Di mana hampir setiap masyarakat tidak lepas dari Handphone dalam mengurus pengelolaan keuangannya.

“Seluruh pimpinan perangkat daerah agar tetap bersinergi bersama dalam membangun kerja sama dengan Bank NTB Syariah supaya menjadikan keuangan Daerah Kabupaten lombok Utara bisa di gunakan lebih baik,” tandas Bupati.

Kesempatan yang sama, Direktur Utama, Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo, menyampaikan bahwa Lombok Utara merupakan salah satu pemegang saham di Bank NTB Syariah. Ia juga berterimakasih kepada Pemda Lombok Utara, perangkat daerah serta masyarakat Lombok Utara yang telah memberi kepercayaan kepada Bank milik daerah dalam pengelolaan keuangan.

Dirut bank NTB juga menjelaskan sinergi yang sudah dilakukan selama 5 (lima) tahun terakhir menghasilkan efek peningkatan aset Bank NTB Syariah sebesar Rp7 triliun semenjak tahun 2018 sampai dengan 2023 seiring berjalannya  waktu dijelasakan oleh dirut aset Bank NTB Syariah dari tahun ke tahun bertumbuh menjadi Rp14,3 triliun per 2023 di mana kesemua tersebut merupakan bentuk kontribusi dan kerjasama antar semua pihak baik itu pemerintah Provinsi maupun daerah dalam membangun Bank NTB Syariah.

“Dengan adanya litrasi dan gathering ini akan lebih baik lagi dalam menangani pelayanan perbankan di NTB umumnya dan KLU khususnya dalam membantu pembangunan pelayanan keuangan kepada masyarakat,” demikian Kukuh. (ari)