Peringati Isra Mikraj 1445 H, Jajaran Kanwil Kemenkumham NTB Didorong Tingkatkan Iman dan Takwa dalam Bertugas untuk Masyarakat

0

Mataram (suarantb.com) – Kanwil Kemenkumham NTB menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 H/2024 M dengan mengusung tema “Dengan Momentum Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Kita Jadikan Salat untuk Meningkatkan Iman dan Takwa serta Memperkuat Jalinan Kebersamaan dan Persatuan demi terwujudnya Aparatur Sipil Negera (ASN) yang BerAKHLAK”, Selasa, 6 Februari 2024.

BerAKHLAK sendiri merupakan nilai-nilai ASN yang memiliki akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ASN BerAKHLAK merupakan fondasi baru bagi ASN demi terwujudnya satu kesamaan persepsi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN serta menjadi titik tonggak penguatan budaya kerja.

Peringatan Isra Mikraj yang digelar di Aula Kanwil Kemenkumham NTB ini, dihadiri oleh Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas serta seluruh jajaran pada Kanwil Kemenkumham NTB.

Kepala Divisi Administrasi, Anton E Wardhana yang mewakili Kakanwil Kemenkumham NTB, Parlindungan mengajak seluruh jajarannya untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai momentum untuk meningkatkan iman dan takwa dalam bertugas sebagai ASN dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan kegiatan peringatan Isra Mikraj ini dapat memperbaiki hubungan spritual kita dengan sang pencipta dan memperbaiki hubungan sosial kita kepada masyarakat, terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Anton.

Turut hadir dalam peringatan Isra’ Mi’raj ini, Ustaz Muhammad Kurdi sebagai penceramah. Dalam tausyiahnya, Ustaz Muhammad Kurdi menyampaikan Israk Mikraj merupakan perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk menyelamatkan umatnya dengan menerima perintah untuk melaksanakan salat.

Ia mengatakan bahwa salat merupakan induk dari segala amal ibadah dan salat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. “Didikan salat merupakan edukasi bagaimana berhubungan dengan Allah dan bagaimana berhubungan dengan sesama. Untuk terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, hendaknya kita membawa sifat-sifat ketaatan dalam salat,” ucapnya.

“Di dalam shalat kita rukuk dan sujud, itu dimaksudkan supaya kita tawadu yang berarti rendah hati dan tidak sombong serta berakhlak yang baik.” tambahnya.

Sejalan dengan hal itu, sesuai arahan Menkumham Yasonna H Laoly, Kakanwil Kemenkumham NTB, Parlindungan mendorong jajarannya untuk menyatukan hati dan pikiran serta teguhkan komitmen secara bersama untuk terus berkarya bagi Negeri didasari tata nilai PASTI dan BerAKHLAK.

“Jadikan peringatan Isra mikraj untuk mendekatkan diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta bekerja sebaik-baiknya dengan menerapkan tata nilai BerAKHLAK”, ujar Parlindungan. (r/*)