Pariwisata dan Smelter Diprediksi Beri Kontribusi Besar bagi Ekonomi NTB

0
Foto udara yang memperlihatkan progress pembangunan Smelter PT. Amman Mineral (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)-Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB selama ini cukup fluktuatif. Sering turun naik, bahkan secara ekstrem. Misalnya pertumbuhan ekonomi NTB di 2023 sebesar 1,80 persen. Padahal di 2022 pertumbuhan tercatat sebesar 6,95 persen.
Hal itu dianggap wajar jika pertumbuhan ekonomi NTB didominasi oleh satu sektor yaitu pertambangan. Kinerja usaha pertambangan yang membaik dalam satu tahun akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB. Begitu pula sebaliknya jika sektor yang mendominasi itu memiliki kinerja kurang baik akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang negatif.

Ekonom Universitas Mataram Dr. M Firmansyah mengatakan, dibutuhkan langkah yang strategis dan bahkan langkah ekstrem untuk menjadikan sektor sebagai penopang ekonomi NTB selain pertambangan.

M. Firmansyah (Suara NTB/dok)

Ia menilai, salah satu sektor yang potensial menggerakkan perekonomian NTB lebih tinggi yaitu pariwisata. Sebab bisnis pariwisata akan menggerakkan sektor lain seperti perdagangan, industri, hotel, UMKM, jasa dan lain sebagainya.
“Jika sektor pariwisata pertumbunannya lamban karena sejumlah faktor, maka sektor lain yang menjadi penopang ekonomi juga ikut lamban,” kata M. Firmansyah kepada Suara NTB, Selasa, 6 Februari 2024.

Selanjutnya, industri smelter milik PT. Amman Mineral jika sudah beroperasi tahun depan, maka kontribusi untuk perekonomian NTB juga akan sangat bagus. Bahkan bisa menstabilkan pertumbuhan ekonomi NTB yang cenderung fluktuatif.

Jika kawasan industri seperti smelter sudah jalan tahun depan, saya optimis selalu 3 plus minus 1 persen pertumbuhan ekonom kita bisa stabil, kata Firmansyah.

Ia mengatakan, industri smelter dan turunannya akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Belum lagi industri pemurnian mineral ini akan mendorong bergeraknya sektor perdagangan, jasa, dan industri lainnya.

Yang tak kalah pentingnya yaitu pengembangan Global Hub di Lombok Utara. Sebab selat Lombok dilewati oleh ribuan kapal dari seluruh dunia seperti halnya Selat Malaka. Sehingga ia berharap pemangku kebijakan bisa mendorong pengembangan Global Hub ini dalam waktu yang tak terlalu lama.

Sebelumnya, BPS NTB merilis pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB tahun 2023 terhadap tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 1,80 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha konstruksi tertinggi yaitu sebesar 10,87 persen.

Berdasarkan data pengadaan semen dari Asosiasi Semen Indonesia, pengadaan semen pada tahun 2023 meningkat dibandingkan dengan tahun 2022. Peningkatan ini juga sejalan dengan berjalannya beberapa Proyek Strategis Nasional di NTB, antara lain proyek Smelter.

Sementara perekonomian NTB pada pada tahun 2022 tercatat mengalami pertumbuhan 6,95 persen meningkat dibandingkan tahun 2021 yang hanya tumbuh 2,30 persen.(ris)