Budidaya Udang di NTB Jadi Peluang Investasi Bidang Perikanan

0
Udang vaname. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong hadirnya investasi di bidang kelautan dan perikanan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi NTB.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Indonesia Marine and Fisheries Business Forum 2024, di Jakarta Senin, 5 Februari 2024 menjelaskan setiap daerah memiliki potensi yang beragam. Kabupaten Sumbawa Barat dinilai sebagai daerah yang berpotensi dan berpeluang munculnya investasi bidang kelautan dan perikanan.

“Beberapa potensi dan peluang investasi di bidang kelautan dan perikanan di antaranya usaha pengelolaan rumput laut Wakatobi, industri pengelolaan udang terintegrasi di Kebumen, industri pengelolaan udang di Cilacap, budidaya rumput laut di Takalar, pembenihan nila salin di pati, budidaya dan panen udang vaname di Lampung Timur, budidaya udang di Sumbawa Barat, serta perikanan tangkap terintegrasi di Maluku Tengah,” katanya.

Ia mengatakan, tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap makanan laut membuat kebutuhan tersebut harus dipenuhi melalui impor. Sementara, produksi dalam negeri masih belum cukup.

“Konsumsi masyarakat terhadap makanan laut ini mencapai 13 juta ton setiap tahunnya, kita bahkan masih impor karena kekurangan pasokan lokal,” kata Wahyu Trenggono.

Diketahui, NTB merupakan salah satu daerah penghasil udang terbesar, di mana budidaya pada komoditas ini mayoritasnya dilakukan di Sumbawa Barat.

Daerah ini telah menjadi sentra budidaya udang sejak tahun 2000-an, walaupun mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Dari sejumlah data menunjukkan, produksi udang dari wilayah ini dapat menyumbangkan sekitar 20 persen dari produksi udang budidaya secara nasional.

Berdasarkan tinjauan Kementerian Kelautan dan Perikanan, lahan yang potensial untuk dibuat tambak di Pulau Sumbawa saja mencapai lebih dari 10.000 hektare, namun baru sekitar 2.199 hektare yang telah dimanfaatkan untuk tambak budidaya udang secara produktif.

Adapun lahan yang cocok untuk pengembangan tambak udang tersebut berada di Kecamatan Lunyuk, Alas, Buer Alas Barat, Utan, Rhee, Moyo Hilir, Lape Marongge, Plampang, Empang, dan Tarano.
Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat jumlah ekspor komoditas ikan dan udang yang dihasilkan NTB pada Desember 2023 sebesar 787.882 dolar Amerika. Udang Sumbawa sudah diekspor ke beberapa negara Uni Eropa, Amerika, Jepang, dan Kanada.

Selain udang, Menteri Wahyu Trenggono juga menyebutkan potensi komoditas kelautan dan perikanan lainnya seperti rumput laut, kepiting, lobster dan ikan tilapia.

“Nilai pasar untuk komoditas udang di Indonesia sendiri pada tahun 2023 sebesar 60,4 miliar dolar Amerika (6,7 persen pasar global), kemudian rumput laut memiliki potensi pasar sebesar 16,7 miliar dolar Amerika (16,4 persen dari pasar global), serta nilai pasar ikan tilapia sebesar 13,9 miliar dolar Amerika (9,7 persen pasar global),” paparnya.

Untuk potensi pasar komoditas kepiting sebesar 879 juta dolar Amerika (1,9 persen pasar global), dan Lobster sebesar 7,2 miliar dolar Amerika (0,5 persen pasar global), imbuh Trenggono.(ris)