Rumput Laut,Potensi Besar yang Belum Digarap Maksimal

0
Ibnu Salim (Suara NTB/ham)

NTB sebagai provinsi kepulauan yang luas memiliki potensi besar yang belum digarap maksimal. Potensi besar itu seperti rumput laut, lobster, mutiara, garam, teripang dan lainnya. Seperti rumput laut misalnya, dulu  di era Gubernur dan Wakil Gubernur  NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi – Ir. H. Badrul Munir, M.M., menjadi program unggulan. Namun dalam perjalanan waktu, rezim berganti, rumput laut rupanya kurang mendapat perhatian maksimal.

SELASA  23 Januari 2024 lalu, Pj. Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., menerima Wakil Kepala BRIN beserta rombongan. Kunjungan ini dalam rangka menindaklanjuti  dukungan riset untuk pengembangan hilirisasi industri rumput laut.

Hal ini tentu merupakan kabar baik. Karena rumput laut bisa menjadi salah satu hasil laut yang bermanfaat secara ekonomi khususnya blue economy di NTB maupun nasional.  Pj Gubernur menjelaskan NTB sebagai provinsi kepulauan dengan wilayah laut yang luas bisa ter-branding sebagai kawasan laut atau maritim, tidak hanya melalui rumput laut tetapi juga lobster, mutiara, garam, dan teripang.

Wakil Kepala BRIN, Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc.,DESD., ASEAN, Eng., berencana ke depannya akan memberdayakan potensi rumput laut di Lombok, menata kawasan rumput laut, serta pemberdayaan masyarakat sekitarnya.

Ia berharap, produk rumput laut Lombok bisa menjadi pilot project nasional dan secara nasional mampu mengalahkan China sebagai urutan pertama dalam produk olahan rumput laut. “Potensi rumput laut di Lombok cukup bagus, banyak varietas unggulan. Banyak produk turunan yang bisa dihasilkan seperti bio massa dan bio plastik,” ucapnya.

Harapan senada disampaikan Pj Sekda NTB Ibnu Salim, S.H., M.Si bahwa NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan rumput laut. Menurutnya, rumput laut dari NTB memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, sehingga banyak dicari pembeli dari dalam dan luar negeri.

Diakuinya, banyak lokasi yang menjadi pusat pengembangan rumput laut, seperti di Lombok Timur (Lotim) bagian selatan, Lombok Tengah bagian selatan, perairan di Pulau Sumbawa. Hal ini tentu merupakan potensi yang tidak boleh diabaikan dan terus menerus menjadi perhatian bersama.

Dalam hal ini, pengembangan produk atau potensi yang dimiliki daerah jika sudah diprogramkan, maka harus terus berkelanjutan dan tidak stagnan. Pihaknya tidak ingin jika ada potensi besar dan menjanjikan dikembangkan di era rezim sebelumnya harus mandek dan tidak dikembangkan lagi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat rezim setelahnya.

‘’Sapi kita punya potensi. Jagung kita punya potensi, rumput laut kita punya potensi. Jadi bukan persoalan visi dan misi program gubernur dari masa ke masa. Itu potensi unggulan di daerah kita yang memang wajib kita dorong untuk berkembang dan keberlanjutannya,’’ ujarnya saat dikonfirmasi Ekbis NTB usai mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Minggu 4 Februari 2024

 Menurutnya, jika ini terus dikembangkan akan mampu memberikan kontribusi besar bagi daerah. Terutama dari sisi pendapatan daerah, sehingga potensi yang ada tidak boleh diabaikan. Pihaknya juga akan turun tangan terhadap petani rumput laut yang sebelumnya eksis sebelumnya dan kini kurang semangat dalam mengembangkan usahanya.

Pemprov NTB akan berupaya melakukan klasterisasi petani rumput laut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Sehingga bisa dicarikan solusi permasalahannya di masa mendatang. Pemerintah daerah, tidak akan tinggal diam dan akan berusaha mengembangkan apa yang menjadi potensi daerah dengan tetap melakukan pengawasan di lapangan melalui OPD terkait.

‘’Program-program yang sudah bagus dulu kita akan revitalisasi, apa sih kendala persoalannya? Pemprov NTB akan senang melihat program itu akan berkembang lebih baik lagi. Dulu kita ada yang ekspor, kita dorong untuk ekspor lagi. Kemudian untuk rumput laut, kita dorong dikembangkan lagi seperti yang sudah baik selama ini,’’ terangnya.

Ibnu Salim menambahkan, pihaknya tidak hanya konsentrasi pada rumput laut agar kembali eksis. Namun program-program sebelumnya, seperti sapi, jagung, pariwisata, beasiswa dan lainnya tetap akan mendapat perhatian. Pemerintah daerah tidak akan meninggalkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Jika selama ini ada permasalahan di antara program-program unggulan ini dalam pengembangannya, pihaknya berjanji untuk melakukan evaluasi bersama OPD yang menanganinya dan mencari solusi, sehingga program ini bisa kembali memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya itu, mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah.

‘’Semua potensi, baik di sektor kelautan, perikanan, peternakan, pertanian, pariwisata dan lainnya akan terus dikembangkan. Kita akan dorong untuk bangkit berkembang seperti yang sudah baik selama ini,’’ tegasnya. (ham)