Meriah, HUT RSJ Mutiara Sukma Ke 34

0
Pj Gubernur NTB memberikan sambutan pada HUT RSJ Mutiara Sukma ke 34, Minggu, 4 Februari 2024. (Ekbis NTB/ist)

RUMAH Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, Minggu, 4 Februari 2024 resmi berusia ke 34 tahun. Acara yang diperingati di Halaman RSJ Mutiara Sukma ini dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., Pj Sekda NTB Ibnu Salim, S.H., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MARS, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB Drs. Muhammad Nasir dan tamu undangan lainnya serta Sivitas Hospitalia RSJ Mutiara Sukma. Hadir juga mantan Direktur RSJ Mutiara Sukma dr. Evi Kustini Somawijaya, M.M., dr. Elly Rosila Wijaya, SpKJ, M.M.

Pada HUT ke 34 RSJ Mutiara Sukma ini, 4 staf di RSJ Mutiara Sukma mendapatkan penghargaan yang diserahkan Pj Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi didampingi Direktur RSJ Mutiara Sukma dr. Hj. Wiwin Nurhasida.

Pj Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi menyerahkan nasi tumpeng pada mantan Direktur RSJ Mutiara Sukma dr. Elly Rosila Wijaya, SpKJ, M.M. (Ekbis NTB/ham)

Direktur RSJ Mutiara Sukma Hj. Wiwin Nurhasida, dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan yang diraih RSJ Mutiara Sukma selama ini. Menurutnya, pada kunjungan pasien rawat jalan sebelumnya di angka 195, tapi tahun 2023 bisa sampai 300 pasien per hari. Sementara untuk rawat inap, tren penggunaan tempat tidur sebanyak 111 unit bisa naik 70 persen dari sebelumnya di angka 62 persen.

Selain itu, pada pengembangan-pengembangan layanan di RSJ Mutiara Sukma, seperti pojok healing. Pojok healing ini, ujarnya, sudah dikenal di seluruh NTB, karena sudah menjadi persepsi di masyarakat  sebagai sebuah kegiatan untuk mendeteksi masalah kesehatan jiwa. Apalagi tim RSJ Mutiara Sukma hadir langsung berhadapan dengan masyarakat.

‘’Kemudian juga saya laporkan Pak Gubernur, Alhamdulillah RSJ Mutiara Sukma sudah tergabung dalam Satu Sehat. Ini menunjukkan bahwa elektronik rekam medis sistem informasi manajemen di RSJ sudah terkoneksi dengan Satu Sehat Kementerian Kesehatan. Terima kasih ini adalah perjuangan kita semua,’’ ujarnya.

Pj Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi didampingi Pj Sekda NTB Ibnu Salim, perwakilan pihak BSI dan Direktur RSJ Mutiara Sukma pose dan mantan Direktur RSJ Mutiara Sukma pose bersama. (Ekbis NTB/ham)

Sementara terkait masalah tata kelola, pihaknya bertekad membangun zona integritas dalam melaksanakan tugasnya. Seperti tahun kemarin, pihaknya ingin mencapai Wilayah Birokrat Bersih Melayani (WBBM) belum bisa dilakukan, karena ada kendala di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), sehingga RSJ Mutiara Sukma tidak datang diverifikasi oleh tim Kemenpan RB. Nah.

‘’Untuk pembangunan zona integritas, salah satu yang merupakan sebuah keberhasilan adalah kita di RSJ sudah mulai membangun sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Bapak Sekda boleh cek di Srikandi, bahwa RSJ Mutiara Sukma selalu nol. Selalu didistribusi sesuai dengan yang ada dalam Srikandi. Itu adalah komitmen kami untuk melakukan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang mengacu tata kelola yang akuntabilitas dan tentu saja berintegritas. Belum juga dengan adanya berAkhlak – core value dari ASN. Itu selalu jadi pegangan utama buat kami di RSJ Mutiara Sukma,’’ terangnya.

Diakuinya, jika bercerita tentang perjuangan manajemen RSJ Mutiara Sukma di tahun,2023 tidak habis. Di tahun 2024 ini, pihaknya berkomitmen untuk selalu mendukung penuh program Pemprov NTB dan  akan berkolaborasi 360 derajat dan 24 jam. ‘’Karena kalau kita bicara lingkaran 360 derajat itu mutar dan 24 jam juga mutar. Kami siap berkolaborasi dan bersinergi 360 derajat, baik itu internal maupun eksternal RSJ Mutiara Sukma,’’ ujarnya.

Menanggapi hal ini, Pj Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi memberikan apresiasi penuh pada manajemen RSJ Mutiara Sukma dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Mudah mudahan tempat ini akan menjadi rujukan dan memberikan kemanfaatan bagi banyak pihak,’’ harapnya. (ham)