Instruksi Bawaslu KSB ke PTPS Ditransmisi Lewat Grup WhatsApp

0
Khairuddin. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa Barat akan membuat whatsapp (WA) grup khusus untuk memudahkan pemberian instruksi ke Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

WA grup khusus yang akan diaktifkan pada hari pencoblosan itu berisikan seluruh jajaran anggota pengawas terutama anggota PTPS. “Anggota PTPS jadi ujung tombak pengawasan kami di lapangan di hari pencoblosan. Jadi merekalah tujuan dibentuknya grup WA itu,” kata Ketua Bawaslu KSB, Khairuddin.

WA grup tersebut sifatnya satu arah. Di mana hanya Bawaslu selaku pusat komando yang dapat menyampaikan pesan. Menurut Khairuddin, pesan yang akan disampaikan pihaknya hanya berupa instruksi mengenai proses pengawasan yang harus dijalankan para anggota PTPS selama berada di lapangan. “Kami sengaja menutup chat dua arah agar tidak ada diskusi sehingga anggota PTPS fokus pada apa yang diinstruksikan untuk segera dilaksanakan,” cetusnya.

Ia menjelaskan, proses pengawasan di tingkat TPS nantinya akan sangat kompleks. Berbagai kasus pelanggaran kemungkinan dapat terjadi. Karena itu kepada seluruh anggota PTPS dapat jeli memantau setiap situasi dan menganalisa berbagai kemungkinan bentuk pelanggaran tersebut.

“Kami sudah tekankan ke seluruh anggota PTPS bahwa kemungkinan tindakan pelanggaran itu bukan saja oleh pemilih tetapi juga oleh petugas TPS. Makanya kami minta mereka jeli,” kata Khairuddin.

Selanjutnya Khairuddin menuturkan, potensi pelanggaran di hari pencoblosan sebenarnya tidak saja terjadi di arena TPS. Tetapi juga di sekitar TPS. Biasanya bentuk pelanggaran itu adanya oleh oknum-oknum yang berupaya mengarahkan pilihan masyarakat dengan berbagai modus. “Misal ada yang main politik uang. Pengalaman pemilu sebelum-sebelumnya, kami kerap dapat info ada yang bertransaksi sesaat masuk atau setelah keluar TPS. Dan di Pemilu nanti tidak menutup kemungkinan itu terjadi lagi sehingga kami juga perlu memperketat pengawasan di luar area TPS,” janjinya.

Selanjutnya ditanya mengenai isu politik uang yang santer terdengar di masyarakat saat ini. Khairuddin mengaku, pihaknya juga telah mendengar hal tersebut. Kendati demikian, ia menyatakan, sejauh dalam pengawasannya praktik-praktik tersebut belum ditemukan. “Kami juga belum menerima laporan dari masyarakat. Hanya katanya, ada si A (Caleg) yang sudah mulai menebar uang. Tapi itu belum bisa dibuktikan,” katanya seraya berharap agar masyarakat turut serta mengawasi potensi pelanggaran selama Pemilu ini.

“Pengawasan kami terbatas, karena itu kami berharap masyarakat juga turut serta. Kalau memang menemukan ada pelanggaran laporkan ke kami. Kami pasti akan tindaklanjuti,” tandas Heru sapaan akrab Khairuddin. (bug)