Ciptakan Kamtibmas Pemilu, KPU NTB Perkuat Koordinasi dengan TNI dan Polri

0
Jajaran Komisioner KPU NTB perkuat koordinasi dengan Danrem 162 Wirabhakti, Agus Bhakti dan juga Kapolda NTB, Raden Umar Faroq untuk menciptakan Kantibmas jelang pemungutan suara(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka pengamanan untuk suksesnya penyelenggaraan pemilu 2024 di wilayah Provinsi NTB. KPU NTB melakukan koordinasi dengan Danrem 162 Wirabhakti, Brigjen TNI Agus Bhakti dan juga Kapolda NTB, Irjen Pol Drs Raden Umar Faroq. Koordinasi dan konsolidasi dengan kedua institusi tersebut dinilai KPU sangat penting untuk mendukung terciptanya pemilu yang aman dan damai di NTB.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KPU Provinsi NTB, M. Khuwailid secara khusus melaporkan progres kesiapan Pemilu di NTB dari sisi KPU diperkirakan sudah mencapai 95 persen. Tinggal tersisa distribusi logistik saja pada masa tenang, tapi untuk daerah-daerah terpencil sudah mulai dilakukan distribusi.

“Sejauh ini sudah 95 persen tahapan Pemilu di NTB kesiapannya. Kami tinggal menunggu kekurangan surat suara dari percetakan. Hal tersebut juga kami sudah laporkan ke KPU Republik Indonesia,” terang Khuwailid.

Selain itu Khuwailid mengatakan bahwa seluruh KPPS yang berjumlah 113.701 sudah dilantik serta di bimtek selama empat hari secara maraton dan semua anggota KPPS tersebut diberikan Bintek untuk memastikan mereka semua memahami tugas dan fungsinya. “Ini hal yang baru, suatu terobosan, yang mana pada pemilu sebelum-sebelumnya, KPPS hanya dibimtek sebanyak dua orang KPPS saja di setiap TPS nya,” jelasnya.

Terakhir ia menyampaikan bahwa KPU Republik Indonesia sudah mengeluarkan PKPU tentang tahapan Pilkada 2024. Dimana pada waktu yang bersamaan pihaknya juga akan menjalankan tahapan Pilkada, di satu sisi tahapan pemilu untuk pileg dan Pilpres juga berjalan. “Kalau kita liat jadwalnya maka tahapan Pilkada di NTB sudah dimulai pada tanggal 27 Januari yang lalu,” kata Khuwailid.

Sementara itu Danrem 162 Wirabhakti Brigjen TNI, Agus Bhakti mengapresiasi silaturahmi dan koordinasi yang dilakukan oleh KPU Provinsi NTB. Ia menyoroti daerah-daerah rawan konflik dan bencana saat tahapan Pemilu berlangsung. Dirinya berharap koordinasi antara TNI dan KPU NTB dapat terus berlangsung dan lebih intens jelang 14 Februari ini.

Selain itu ia telah mewanti-wanti seluruh anggota TNI dari Tingkat Korem hingga jajaran Babinsa di desa-desa agar tetap netral selama Pemilu berlangsung. Dia mengaku selalu mengingatkan anggotanya agar tidak sesekali berpihak maupun mendukung paslon tertentu. Bagi masyarakat yang menemukan ada oknum anggota TNI ‘nakal’ terlibat politik atau mendukung salah satu kontestan Pemilu, diminta segera melaporkan ke Posko Pengaduan Netralitas TNI.

“Jangan salah diartikan jika babinsa datang ke TPS, semata mata untuk menjaga kondisivitas pada hari H pelaksaan pemungutan suara. Jangankan pemilu, hajatan warga di desa-desa saja babinsa mengamankan,” jelas Agus.

Selain itu Brigjen TNI Agus Bhakti juga mengimbau masyarakat agar berpartisipasi mensukseskan pesta demokrasi lima tahun sekali tersebut. Menurutnya, hak suara merupakan amanah untuk menentukan masa depan bangsa. “Karena itu, silakan gunakan hak suara itu dengan penuh tanggung jawab,” kata Brigjen Agus.

Menurutnya, perbedaan pilihan di kalangan masyarakat bukan menjadi alasan untuk berjarak. Justru karena perbedaan tersebut, kata Agus, menjadi semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. “Kita hindari konflik dan sama-sama menciptakan suasana yang kondusif,” pintanya.

Terakhir dia menyinggung menjelang Pemilu banyak beredar isu atau berita hoaks di kalangan masyarakat. Berangkat dari itu, dia meminta warga NTB lebih bijak menggunakan sosial media. Masyarakat juga diimbau menyaring terlebih dahulu sebelum menangkap setiap informasi.

“Hindari penyebaran berita palsu atau hoaks maupun konten yang dapat memicu ketegangan dan perpecahan.  Mari kita sama-sama menjaga silaturahmi. Sapa dan salam antar warga dengan semangat kegembiraan,” pungkasnya. (ndi)