PW Pemuda Muhammadiyah NTB dan PW Nasyiatul Aisyiyah NTB Dikukuhkan

0

Mataram (Suara NTB)   Pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) NTB dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) NTB resmi dikukuhkan Kamis, 1 Februari 2024. Pengukuhan itu dilaksanakan di Hotel Prime Park Lombok, Kota Mataram.

Pengukuhan itu dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) NTB, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah NTB, dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Turut hadir juga perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, perwakilan Polda NTB, perwakilan Korem 162 Wira Bhakti, serta perwakilan seluruh Organisasi Kepemudaan di NTB.

Pengukuhan PWPM NTB dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo. Sementara, pengukuhan PWNA NTB, dipimpin Wakil Ketua PWM NTB, Syafruddin Ar Baso, S.IP.

Pengukuhan PWNA NTB yang dipimpin Wakil Ketua PWM NTB, Syafruddin Ar Baso, Kamis, 1 Februari 2024. (Suara NTB/ron)

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo mengucapkan selamat atas pengukuhan PWPM dan PWNA NTB yang dilaksanakan kemarin. “Semoga pengukuhan PWPM NTB dan PWNA NTB hari ini membawa kebaikan bagi kita bersama,” harapnya.

Pengukuhan kedua organisasi di bawah Muhammadiyah ini diapresiasi Ketua PWA NTB, Sofia Rawiana, S.T., M.T. Ia sangat bersyukur, pengukuhan ini merupakan langkah baik untuk melakukan sinergi ke depan.

“Tidak ada kebahagiaan yang bisa kami lihat dan ucapkan ketika anak-anak kami berbahagia, bersama melangkah untuk masa depan NTB dan Indonesia,” ujarnya.

Wakil Ketua PWM NTB, Syafruddin Ar Baso, S.IP., pun mengingatkan tugas-tugas yang akan diemban sebagai Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.

“Ada tiga, yaitu sebagai pelopor, pelaksana, dan penyempurna persyarikatan Muhammadiyah. Sehingga harapannya, apa yang sudah dijalankan oleh Muhammadiyah sejak dahulu untuk terus dilanjutkan dan disempurnakan. Ditambah dengan mempelopori program-program baru untuk menjawab persoalan publik yang terjadi saat ini,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Ketua PWPM NTB 2022-2027, Ilham, M.Pd.B.I., memaparkan tiga agenda yang akan dijalani selama menjalankan amanah. Mulai dari membangun kemandirian organisasi, diaspora kader, serta advokasi dan kemitraan.

“Kemandian ini tentu harus kita gaungkan, bagaimana secara struktural peran keanggotaan dari Pemuda Muhammadiyah harus dimasifkan. Dalam proses pengkaderan maupun pengembangan berbagai sektor lainnya,” jelasnya.

Termasuk, tambah Ilham, harus ikut andil dalam nilai-nilai berkehidupan berbangsa dan negara di tingkat nasional maupun lokal.

“Sehingga diaspora kader ini menjadi ikhtiar bersama kita ke depan, agar menjadi garda terdepan bagaimana dinamika Pemuda Muhammadiyah di NTB. Salah satunya, dengan melakukan advokasi yang merupakan bentuk saling menasehati terhadap pemerintah maupun stakeholder lain,” tambahnya.

Sementara dari PWNA NTB, akan melakukan sinergi bersama dengan PWPM dalam menjalankan berbagai program kerja. Menurut Ketua PWNA NTB 2022-2026, Miftahul Jannah, M.Pd., Nasyiatul Aisyiyah bukan hanya organisasi yang fokus kepada isu perempuan saja, tetapi difokuskan juga untuk isu sosial dan kemasyarakatan.

“Maka, kami ingin membangun sinergsiitas yang lebih komprehensif dengan PWPM dan banyak organisasi perempuan di NTB untuk mewujudkan jargon yang diusung bersama, yaitu Perempuan Berkemajuan,” ujarnya.

Usai pengukuhan, agenda dilanjutkan dengan rapat kerja berjama PWPM dan PWNA NTB. Rapat kerja ini dibuka oleh Penjabat Gubernur NTB yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Ruslan Abdul Gani.

Ruslan berharap, program kerja yang akan disusun oleh PWPM dan PWNA NTB nanti betul-betul tajam agar bisa mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat.

“Programnya juga harus bersinergi dengan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah di provinsi maupun kabupaten/kota. Karena untuk menyelesaikan permasalahan itu, tidak mungkin pemerintah bisa sendiri, tetapi harus mengajak banyak organisasi, termasuk Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah,” tandasnya. (ron/*)