TCN Jamin Pasokan Air Bersih Tak Macet Lagi

0
Direktur PDAM Amerta Dsyan Gunung (kanan) menerima kunjungan Manajemen PT. TCN terkait normalisasi pasokan air bersih di Gili Trawangan. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB)  – Tiara Cipta Nirwana (TCN) selaku mitra PDAM Amerta Dayan Gunung, menjamin gangguan pasokan di Gili Trawangan tak akan terjadi lagi di masa mendatang. Adapun macetnya distribusi air kepada 800 pelanggan selama kurang dari 2×24 jam pekan lalu, timbul karena kendala teknis.

“Gangguan kemarin itu karena adanya Trouble di threatment. Secara produksi memang terjadi gangguan, ada lose control sampai macet,” ungkap Manajer Proyek PT. TCN, Agus Artha, saat ditemui di Kantor PDAM Amerta Dayan Gunung, Rabu 31 januari 2024

Didamping Site Manajer PT. TCN, Yudiartha, Agus Artha menjelaskan, gangguan yang terjadi kurang dari 2 hari itu langsung disikapi. Pemeliharaan langsung dilakukan. Bahkan sesuai deadline waktu normalisasi yang dijanjikan kepada pelanggan yakni Sabtu pukul 12.00 WITA, seluruh staf dapat menepati dengan menyelesaikan normalisasi pasokan.

“Alhamdulillah berhasil, hari Sabtu siang itu sudah normal. Macet di pelanggan tidak sampai 48 jam,” sambungnya.

TCN selaku pemegang izin produksi air bersih di Gili Trawangan yang digandeng PDAM, saat ini memiliki kapasitas produksi 6000 meter kubik per hari. Dari kapasitas itu, jumlah yang terpakai di tingkat pelanggan sekitar 2.500 meter kubik (41,66 persen).

“Kebutuhan saat ini belum banyak, di high season saja, angka pemakaian 2.500 meter kubik. Secara proyeksi harusnya pemakaian pelanggan 4.800 meter kubik,” kata Agus.

Belum optimalnya serapan produksi kata dia, tidak lepas dari masih tingginya pemakaian air sumur di tingkat perhotelan. Idealnya, property hotel tidak mengikuti masyarakat yang menggunakan sumur karena pemakaiannya yang cukup tinggi.

Sampai saat ini, jumlah pelanggan PDAM di Gili Trawangan sejumlah 800 sambungan. Angka itu setara 75,11 persen dari angka proyeksi pelanggan 1.065 sambungan.

“Kami dari TCN berharap Pemda melakukan penertiban sumur, terutama di kalangan pelaku bisnis. Kalau sumur di masyarakat pemakaiannya tidak banyak,” tambahnya.

Sementara, Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung, Firmansyah, ST., mengakui dari 800 sambungan PDAM di Gili Trawangan, cakupannya terbagi antara pelanggan bisnis dan pelanggan rumah. Masing-masing dengan persentase 64 persen dan 36 persen. Kendati pelanggan bisnis lebih banyak, namun pihaknya mengupayakan adanya potensi tambahan pelanggan sebesar 24,89 persen dapat ditambah seiring berjalannya pelayanan.

“Tambahan terus akan kita upayakan, dengan melakukan pendekatan kepada beberapa proerty yang masih menggunakan sumur,” tambahnya. (ari)