Target Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Mataram Belum Tercapai

0
Muhammad Ramayoga (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan secara bertahap. Selain isu kesehatan, infrastruktur dan penataan birokrasi. Penurunan kemiskinan ekstrem menjadi pekerjaan berat. Target menurunkan kemiskinan ekstrem nol persen di tahun 2024 belum mencapai target.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Mataram Muhammad Ramayoga mengatakan, pemerintah pusat memiliki target penurunan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024 mencapai nol persen. Faktanya, Kota Mataram belum melampaui target itu karena jumlah penduduk kategori miskin ekstrem mencapai 20 ribu jiwa lebih. Target ini belum tercapai bukan hanya di Kota Mataram melainkan secara nasional mengalami situasi yang sama. “Saya kira ini secara nasional terjadi tidak hanya di Kota Mataram,” kata Yoga dikonfirmasi pada Rabu, 31 Januari 2024.

Intervensi penanganan kemiskinan ekstrem ini memiliki desil berbeda-beda. Di antaranya, desil I, II, dan desil III. Kategori desil I ini memang benar-benar masyarakat miskin. Kategori desil II yang bisa diintervensi melalui bantuan. Sedangkan, desil III bisa ditangani melalui pelatihan dan lain sebagainya.

Yoga menjelaskan, kategori desil I termasuk warga yang tidak bisa bekerja sehingga diberikan sumbangan. Salah satu program pemerintah pusat seperti bantuan program keluarga harapan (PKH) dan lain sebagainya itu diberikan agar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yoga menambahkan, pengentasan kemiskinan ekstrem harus diberikan bantuan dan pelatihan-pelatihan. “Dari hasil BPKP itu untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem data-data itu harus diupdate,” ujarnya.

Yoga kembali menegaskan, target penuntasan kemiskinan ekstrem secara nasional tahun 2024 yakni nol. Akan tetapi, pemerintah pusat juga belum mampu mengurangi atau mengentaskan menjadi 0 persen. Kelemahannya pemerintah pusat tidak memberikan formulasi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen di tahun 2024.

Artinya, kondisi mengentaskan kemiskinan sangat berat karena target pemerintah pusat fokus isu stunting dan kemiskinan ekstrem. Kota Mataram telah mampu menurunkan angka stunting di bawah satu digit. “Alhamdulillah, kita di Kota Mataram telah mampu menekan angka stunting menjadi satu digit,” demikian kata Yoga. (cem)