Mari Bersinergi, Wujudkan Pariwisata Bertransformasi

0
Reeza Pahlevie. (Suara NTB/ist)

Mataram  (Suara NTB) – Mengawali 2024, Golden Palace Hotel Lombok ingin membawa suasana yang hangat dan elegan untuk menyambut para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok. Golden Palace Hotel Lombok merupakan hotel bintang 4 yang memiliki total 198 kamar mulai dari tipe Deluxe, Junior Suite, Suite, Executive Suite hingga President Suite dengan beragam fasilitas mewah dan pelayanan unggulan. Gedung berlantai 12 ini terletak di tengah kota Mataram dengan lokasi yang sangat strategis. Selain jaraknya yang dekat dari pusat perbelanjaan Lombok Epicentrum Mall, hotel yang berlokasi di Jalan Sriwijaya No. 38 Mataram ini juga dekat dengan pusat perkantoran & administrasi, tempat ibadah umat beragama, serta beberapa tempat historikal. Waktu tempuh hotel ini hanya 30 menit dari Bandara International Lombok dan 40 menit menuju Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

“Bandara International Lombok Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) juga sudah dilengkapi dengan runway (landasan pacu) yang telah diperpanjang menjadi 3.300 meter sehingga bisa mengakomodir pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777. Harapannya bisa segera menambah direct flight dari berbagai Negara di Eropa, Asia Tenggara, Australia, dan juga China melanjutkan yang sudah ada saat ini yakni dari Malaysia dan Singapore. Informasi dari banyak tamu kami yang berasal dari China juga mengeluhkan terkait lamanya waktu transit di Kuala Lumpur bisa sampai 7 hingga 8 jam baru dilanjutkan flight ke Lombok sehingga sangat menyita waktu dan menguras energi para wisatawan.” ujar Reeza Pahlevie selaku Director of Operation Golden Palace Hotel Lombok.

Reeza juga menuturkan bahwa Pulau Lombok adalah kepingan surga yang memiliki kekayaan dan keindahan alam luar biasa. Salah satu destinasi lain tak kalah mendunia adalah Wisata Alam Gunung Rinjani. Proyeksi kedepannya, tak hanya para pendaki saja yang dapat menikmati keindahan Wisata Alam Gunung Rinjani, namun bisa menjadi salah satu opsi destinasi wisata bagi seluruh kalangan mulai dari anak-anak hingga lansia. Pengadaan kereta gantung diharapkan bisa segera terealisasi agar bisa menjadi tambahan value bagi Pulau Lombok selain wisata kuliner, sejarah dan kekayaan alam lautnya, serta menjadi tambahan revenue terutama bagi bidang pariwisata dan tentunya semua pihak dapat merasakan dampak positifnya.

“Kereta gantung wisata alam Gunung Rinjani harus segera terealisasi.” tuturnya.

Sektor Pariwisata dan perhotelan di Nusa Tenggara Barat bisa semakin meningkat jika hal ini dapat didukung oleh seluruh para pelaku pariwisata seperti pemerintah daerah, industri pariwisata, wisatawan, pendukung jasa wisata hingga LSM dan masyarakat lokal yang bisa terus bersinergi agar dampak positif yang dirasakan bisa terus berkelanjutan.

“Pemerintah dapat bekerja sama dengan pemangku kepentingan pada sektor pariwisata, termasuk pelaku bisnis dan komunitas lokal serta organisasi-organisasi seperti PHRI, AHM, AHLI, IHGMA, ASITA, serta masih banyak lagi organisasi lain yang bergerak di bidang pariwisata untuk dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan sektor pariwisata. Transformasi sektor pariwisata melalui inovasi, adaptasi strategis, dan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pariwisata domestik dan global. Golden Palace Hotel Lombok pun terus berbenah diri dengan melakukan inovasi dan evaluasi. Berbagai langkah dan strategi siap dioptimalkan dalam beragam aspek,” tutupnya. (r)