BMKG : Tetap Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologis di Awal Bulan Februari

0
Ilustrasi Hujan. (SuaraNTB.com/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pada dasarian I Februari 2024 yaitu tanggal 1 – 10 Februari, diprakirakan curah hujan dengan intensitas di atas 20 – di atas 50 mm/dasarian dengan probabilitas kejadian lebih dari 90 persen berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi NTB.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat Bastian Andarino mengatakan, peluang curah hujan di atas 100mm/dasarian berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Lombok bagian utara, Sumbawa bagian utara serta Bima bagian utara dengan probabilitas kejadian 50 – 90 persen.

“Peluang curah hujan dengan intensitas di atas 150mm/dasarian dengan probabilitas kejadian sebesar 40-50 persen berpeluang terjadi di Tambora,” kata Bastian Andarino dalam keterangannya, Rabu, 31 Januari 2023.

Jika dilihat darian ke III bulan Januari ini, curah hujan yang turun di wilayah NTB secara umum dalam kategori Rendah (0 – 50 mm/dasarian) hingga Menengah (101 – 150 mm/dasarian).

Sifat hujan pada dasarian III Januari 2024 di wilayah NTB didominasi kategori Bawah Normal (BN), terdapat sebagian kecil wilayah dengan sifat hujan Normal (N) hingga Atas Normal (AN). Curah hujan tertinggi di pos hujan Tambora, Kabupaten Bima sebesar 241 mm/dasarian.

Ia mengatakan, hasil Monitoring ENSO terakhir menunjukkan indeks ENSO (+1,79) terpantau berada pada kondisi El Nino Sedang. Prediksi indeks ENSO akan menurun secara gradual mulai Februari 2024, hingga mencapai nilai negatif mulai Mei 2024.

Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin baratan dengan daerah belokan angin diprediksi terjadi di sepanjang garis ekuator. MJO diprediksi aktif di fase 5 dan 6 hingga awal dasarian I Februari 2024. MJO berkaitan dengan aktivitas konveksi/potensi awan hujan di wilayah Indonesia.

Ia mengatakan, sebagian besar wilayah NTB terpantau telah memasuki musim hujan 2023/2024 dan sebagian masih berada pada masa peralihan.

“Masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba – tiba dan bersifat lokal, banjir dan tanah longsor,” katanya.(ris)