Bawaslu NTB Berikan Pelatihan Saksi Peserta Pemilu

0
Foto : Itratif (Suara NTB/dok)

 Mataram (Suara NTB) – Bawaslu NTB menggelar kegiatan Training Of Trainer (TOT) dan Simulasi dalam meningkatkan kapasitas saksi peserta Pemilu tahun 2024. Keberadaan saksi partai peserta pemilu sangat penting untuk ikut memastikan proses pelaksanaan pemilu berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Ketua Bawaslu NTB, Itratip dalam pelatihan saksi partai tersebut menyampaikan bahwa Pemungutan suara sudah semakin dekat sehingga baik Bawaslu dan Peserta Pemilu benar-benar harus memperhatikan kapasitas dan kapabilitas saksi peserta pemilu dalam pemungutan suara.

“Saat hari pemungutan suara, saksi memegang peranan yang sama pentingnya dengan KPPS maupun PTPS. Oleh karena itu saksi peserta pemilu harus benar-benar kompeten dan mengetahui dengan jelas hak dan kewajibannya di hari pemungutan dan penghitungan suara,” ungkap Itratip.

Ia menekankan bahwa saksi peserta pemilu juga harus mengetahui wewenangnya dengan baik. Karena menurut Itratip, saksi juga memiliki peranan penting dalam mengawal suara para pemilih di hari pemungutan dan penghitungan suara.

“Tugas saksi sangat penting, untuk itu harus paham benar wewenangnya, seperti ikut memeriksa kelengkapan pemungutan suara, meminta penjelasan pada KPPS soal pemungutan suara, hingga menerima salinan berita acara dan formulir hasil penghitungan suara,” lanjut Itratip.

Di sisi lain, ia mengingatkan saksi peserta pemilu bahwa ada beberapa larangan bagi saksi seperti mengganggu kerja KPPS, yakni mempengaruhi dan mengintimidasi pemilih maupun penyelenggara, hingga mengganggu proses pencoblosan surat suara oleh pemilih.

Pelatihan saksi tersebut selain dari unsur Bawaslu sebagai pematerinya, juga dihadirkan beberapa narasumber dari kalangan Akademisi Universitas Mataram, Ani Suryani Hamzah. Kemudian Anggota KPU NTB, Zuriati yang juga hadir sebagai narasumber membimbing simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk memberikan gambaran bagi saksi peserta pemilu mengenai tugas dan wewenang saksi.

“Pelatihan saksi ini diikuti oleh 18 perwakilan Partai Politik Peserta Pemilu, 22 LO calon anggota DPD RI Dapil NTB, dan koordinator saksi untuk 3 calon presiden dan wakil presiden,” pungkasnya. (ndi)