Mitra Pengelola Masih Menunggak Pengembalian Dana Pengaman HDG

0
Amin Sudiono.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Sejumlah mitra diketahui hingga saat ini belum mengembalikan sepenuhnya dana pengaman harga dasar gabah (HDG) yang dikelolanya kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

Dana untuk membantu menstabilkan harga gabah di tingkat petani itu sebelumnya digelontorkan Pemda KSB melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kepada 9 mitra pada tahun 2022 lalu. Dalam perjanjiannya, dana sebesar Rp2 miliar itu harus sepenuhnya dikembalikan oleh setiap mitra dalam jangka waktu 2 tahun atau hingga tahun 2023 lalu. Namun faktanya, hingga kini masih saja ada mitra pengusaha yang belum menyetorkan seluruh dana yang dikelolanya tersebut.

Kepala DKP KSB, Amin Sudiono mengakui jika sementara ini masih ada sejumlah mitra yang masih menunggak pengembalian dana pengaman HDG itu. Dan terhadap mereka pihaknya, telah melakukan penagihan. “Sedang dalam proses penagihan,” katanya, Selasa 30 januari 2024.

Jumlah tunggakan pengembalian dana pengaman HDG itu bervariasi. Amin menyebut, ada beberapa mitra yang telah melakukan pelunasan, sementara yang masih menunggak nilainya bervariasi dengan nilai tertinggi mencapai sekitar Rp200 juta. “Ya ada yang sampai ratusan. Tapi ada juga yang hanya tinggal puluhan dan belasan juta,” ungkapnya.

Amin menyatakan, tiap mitra harus mengembalikan dana program stabilisasi harga gabah di tingkat petani tersebut sebab sudah melampaui waktu sesuai perjanjian. “Dana itu mereka kelola dalam jangka waktu dua tahun. Dan setelahnya harus dikembalikan sebesar nilai yang mereka terima,” tegasnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, pihaknya memberikan tenggat waktu kepada para mitra penunggak untuk mengembalikan sisa dana pengaman HDG itu. Jika tidak, barang-barang mitra yang dijadikan jaminan akan dilelang oleh pemerintah sebagai pengganti kekurangan pengembalian dana yang dikelolanya.

“Kalau tidak sanggup atau tidak mau mengembalikan, ya sederhana saja. Sertipikat tanah yang mereka jadikan jaminan tinggal kita kirim ke (KPKNL) Bima untuk dilakukan proses lelang,” tandas Amin seraya menambahkan, untuk tahun ini tidak ada lagi program dana pengaman HDG yang digelontorkan Pemda KSB. “Sementara ini tidak ada (dianggarkan) ya. Belum ada kebijakan pak bupati soal itu lagi,” sambung Dion sapaan akrab Amin. (bug)