Masih Minim, Jumlah CJH NTB yang Sudah Melunasi Bipih Tahap Pertama

0
Ilustrasi jemaah haji (muritala yusuf olanrewaju/publicdomainpictures)

Mataram (Suara NTB) – Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk tahap pertama telah dibuka sejak 10 Januari dan akan berakhir pada 12 Februari 2024.

Ketua Tim Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler, Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Hj. Sri Latifa Muslim mengatakan, di sisa waktu yang ada, jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) asal NTB yang sudah melakukan pelunasan baru  704 orang dari total yang akan berangkat tahun ini sebanyak 4.499 CJH.

Pelunasan Bipih 1445 H/2024 M tahap pertama ini diperuntukkan bagi tiga pihak yaitu jemaah haji masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan, kemudian prioritas jemaah haji reguler lanjut usia serta jemaah haji reguler cadangan.

Adapun yang sudah melakukan pelunasan tersebut, yakni 657 CJH reguler lanjut usia (Lansia) dan 47 jemaah reguler cadangan.
“Jadi memang cukup miris sih kalau melihat perkembangan pelunasan calon Jemaah haji di Provinsi NTB ini,” ujar Sri Latifa Muslim Rabu, 31 Januari 2024.

Karena itulah ia berharap kepada semua JCH asal NTB yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan yang hasilnya sudah keluar dan dinyatakan Istitha’ah secara kesehatan, agar segera melakukan pelunasan Bipih.

“Jangan sampai mereka ada penyesalan kemudian, karena mengulur waktu, akhirnya sampai batas akhir pelunasan mereka terlambat, tidak bisa melunasinya,” jelasnya.

Sementara untuk bisa dinaikkan kembali nomor kursinya itu, hanya ada tiga alasan, yakni karena sedang proses evaluasi pemulihan kesehatan, lompat kursi, atau gagal sistem di bank.

“Jadi kalau telat melakukan pelunasan dengan sengaja, otomatis tidak jadi berangkat,” bebernya. Untuk diketahui, besaran Bipih tahun 2024 yang harus dilunasi oleh CJH Embarkasi Lombok adalah Rp58.630.888. Jika setoran awal oleh jemaah Rp25.000.000, maka untuk pelunasan jamaah harus menambah sebesar Rp33.630.888.

Adapun mekanisme pelunasan, keputusan Dirjen PHU telah mengatur mekanisme pelunasan bagi jemaah haji reguler masuk alokasi kuota keberangkatan tahun ini.

Mekanismenya yaitu, jemaah haji melakukan pembayaran Bipih pada Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih yang sama dengan setoran awal atau BPS Bipih pengganti.

Selanjutbya, Pembayaran Bipih jemaah haji adalah sebesar besaran Bipih per embarkasi dikurangi setoran awal Bipih dan virtual account dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH); Jemaah haji yang telah melakukan pembayaran Bipih agar melapor ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Agama telah menetapkan kuota haji tahun 2024 untuk masing-masing daerah. Provinsi NTB kebagian sebanyak 4.499 kuota, yang dibagi dalam empat kelompok.

Kuota jemaah haji reguler sebanyak 4.226. Kemudian sebanyak 225 kuota atau 5 persen dari jumlah kuota untuk jemaah haji prioritas lansia. Sisanya 36 kuota untuk Petugas Haji Daerah (PHD) dan 12 kuota untuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).(ris)