Dipesan dari Medan, Ganja 3,4 Kilogram Gagal Beredar di NTB

0
Penangkapan dua pelaku yang mengambil pesanan ganja dari Medan. (SuaraNTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Provinsi NTB, menggagalkan upaya penyelundupan ganja seberat 3,4 kilogram melalui salah satu jasa pengiriman yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur tanggal 26-28 Januari 2023.

“Ganja tersebut kita amankan dari dua orang yakni MTH (18) dan RA (27) saat mengambil barang pesanan. Kedua pelaku merupakan warga asal Kabupaten Lombok Timur,” kata Kabid Berantas BNNP NTB, Kombes Pol Sisman Adi Pranoto, kepada wartawan, Selasa 30 januari 2024. Keduanya pun ditangkap di dua lokasi berbeda saat akan mengambil paket ganja yang sebelumnya dipesan dari Medan.

MTH ditangkap di salah satu jasa pengiriman barang di kecamatan Aikmel, Lombok Timur, pada pukul 18.10 Wita. “Dari tangan MTH, kita mengamankan 1,7 kilogram ganja yang dikemas dalam sebuah paket besar,” sebutnya. Sementara RA juga ditangkap di salah satu kantor jasa pengiriman di Wilayah Pancor,  Kecamatan Selong, sekitar pukul 12.20 Wita.

Dari tangan RA, petugas mengamankan 1,7 kilogram ganja yang juga dikemas dalam sebuah paket besar. “Keduanya kita tangkap pada saat mengambil paket dari Medan, Provinsi  Sumatera Utara yang diduga akan diedarkan di Kabupaten Lombok Timur,” sebutnya.

Berdasarkan interogasi awal terhadap kedua pelaku, keduanya memesan barang tersebut dengan menghubungi secara langsung pemilik barang. Sementara untuk harga ganja yang dibeli tersebut, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Jadi, barang itu mereka pesan secara langsung ke pemilik barang di Medan. Bahkan informasinya pemilik barang juga sudah ditangkap di wilayah Medan,” sebutnya.

Saat ini kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka di kasus tersebut. MTH pun kini terancam dijerat pasal 111 ayat (2). Sedangkan RA dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 111 ayat (2). “Pelaku sudah kita tahan dan kasus ini masih terus kami lakukan pengembangan,” katanya.

Seraya menyebutkan, adanya pengungkapan dua kasus upaya penyelundupan ganja ini menunjukkan bahwa peredaran ganja di NTB semakin mengkhawatirkan. Hal ini perlu menjadi perhatian serius dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum.

“Kami berkomitmen dengan semua semua pihak untuk terus menekan peredaran gelap narkoba di NTB dan masyarakat dapat terlindungi dari bahaya narkoba,” pungkasnya. (ils)