2024, Rekrutmen Guru Penggerak Kembali Dilakukan

0
Suka. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Balai Guru Penggerak (BGP) NTB memastikan akan ada rekrutmen guru penggerak Angkatan 12 untuk mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP). Rekrutmen guru penggerak Angkatan 12 sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Kemendikbudristek.

Hal itu diungkapkan Kepala BGP NTB, Drs. Suka, M.Pd., ditemui di Mataram. Menurutnya, target keseluruhan guru penggerak di NTB sebanyak 7.500 orang. Saat ini baru mencapai angka 3.000-an orang guru yang telah menyelesaikan PPGP. Oleh karena itu, hampir pasti akan ada rekrutmen guru penggerak Angkatan 12.

Pihaknya merencanakan, pendaftaran guru penggerak Angkatan 12 akan dibuka pertengahan tahun 2024. Hasil seleksi tahap 1 ditargetkan rampung akhir tahun ini.

“Rekrutmen Angkatan 12 akan dibuka setelah proses seleksi guru penggerak Angkatan 11. Karena itu Renstra Mas Menteri (Nadiem Makarim), harus dipenuhi. Walaupun nanti Oktober pergantian presiden, yang penting akhir tahun 2024 yang sudah masuk Renstra, dipenuhi targetnya,” ungkap Suka.

Untuk saat ini, rekrutmen guru penggerak angkan 11 masih dalam seleksi tahap 2 berupa tes simulasi mengajar dan wawancara. Pengumuman hasil seleksi tahap 2 dijadwalkan pada tanggal 19 sampai 20 Maret 2024. Sebanyak 1.066 orang dinyatakan lulus seleksi tahap 1 PPGP Angkatan 11.

Sebagai informasi, seleksi PPGP terdiri dari dua tahapan. Tahap pertama, yaitu pendaftaran, pemberkasan, pengisian esai, pengunggahan RPP, penilaian portofolio, dan penilaian esai. Tahap kedua yakni penilaian simulasi mengajar dan wawancara.

Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Harapannya, guru penggerak akan menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan di masa depan yang mewujudkan generasi unggul Indonesia. Untuk itu, guru penggerak diberikan kesempatan mengikuti pendidikan dan pengembangan kompetensi selama sembilan bulan.

Seperti diketahui, Kemendikbudristek mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memprioritaskan guru penggerak menjadi kepala sekolah atau pengawas. Terutama karena guru penggerak dibentuk sebagai pemimpin pembelajar. Ketentuan itu sesuai Peraturan Mendikbudristek (Permendikbudristek) Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Salah satu poin untuk menjadi Kepala/Pengawas Sekolah bisa dari Guru Penggerak. (ron)