Warga Antusias Ikuti Simulasi Pemilu 2024

0

Tanjung (Suara NTB) – Warga Dusun Karang Pendagi, khususnya TPS 19 Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) antusias mengikuti simulasi Pemilu 2024 yang digelar KPU KLU, Senin (29/1). Dari jumlah DPT yang disiapkan KPU untuk berpartisipasi yakni 250 orang dari 300 DPT, seluruhnya ambil bagian.

Simulasi Pemilu di TPS 19 Desa Gondang, adalah sampel edukasi proses penyaluran hak suara untuk Kecamatan Gangga. KPU juga menggelar simulasi serupa di 4 kecamatan lain dengan mengambil masing-masing satu sampel TPS.

Pada simulasi kemarin, KPU menerapkan proses pemungutan suara layaknya Pemilu aslinya.  KPU melibatkan semua unsur yang terlibat, mulai dari warga (DPT), KPPS, saksi Parpol, 2 orang Linmas, serta Panwas TPS. Bahkan, jadwal pemungutan suara diatur sesuai aslinya yakni TPS dibuka pukul 06.30 WITA.

Pantauan koran ini, petugas KPPS sudah berjaga sebelum pukul 06.30 WITA. Tepat pada pukul 6.30 WITA, KPPS membuka pendaftaran DPT, untuk selanjutnya dipanggil satu per satu menyalurkan hak suara.

Pada simulasi ini, KPU menggunakan surat suara simulasi pada masing-masing Surat Suara Pilpres, DPR RI, DPD, DPRD NTB, dan DPRD Kabupaten/Kota. KPU juga menyediakan 5 bilik serta 5 kotak suara tempat menyimpan surat suara yang sudah dicoblos.

“Setelah kita amati, setelah berjalan 4 jam pelaksanaan simulasi, DPT yang sudah menyalurkan hak suara adalah 108 atau 27 orang per jam. Karena ini sifatnya simulasi, tentu saat pelaksanaan nanti akan lebih lancar,” ungkap Ketua KPU KLU, Juraidin, SH., MH.

Ia menyambung, seluruh detail proses pemilihan telah berjalan sesuai faktual meskipun warga dan KPPS bersifat uji coba. Dasar itulah, pihaknya optimis seluruh rangkaian pada Pilpres mendatang tidak akan menghadapi hambatan berarti. Pasalnya, seluruh petugas KPPS sudah mengetahui pola pelayanan di TPS, termasuk mendampingi pemilih disabilitas.

“Jadi kita tekankan, petugas KPPS nanti harus mendahulukan kelompok pemilih lansia, ibu hamil, dan disabilitas. Di TPS juga disiapkan kursi roda untuk membantu warga yang kesulitan memasuki area TPS,” tambahnya.

Untuk diketahui, KPU pada simulasi di TPS 19 Desa Gondang mengundang 250 DPT dari 300 DPT. Adapun kekurangan 50 suara lagi, dibantu pencobolosannya oleh tenaga KPPS, Pengawas dan Saksi.

Proses pemilihan simulasi diberlakukan sesuai ketentuan pemilihan di hari H. Misalnya, penyaluran hak suara reguler tetap berlaku sampai pukul 12.00 WITA. Namun apabila masih terdapat DPT reguler yang belum terlayani, maka diberikan waktu tambahan untuk memilih. Kemudian, pemiliha tambahan, pindah (DPTb), diakomodir pada pukul 13.00 WITA. Setelah semua proses penyaluran hak suara selesai, maka petugas KPPS selanjutnya akan melakukan penghitungan suara, dengan memilah mana suara sah dan suara tidak sah (batal).

“Terakhir tentu akan dilakukan rapat pleno kemudian pelaporan dengan metode sirekap yang berbasis online. Jadi, simulasi ini bisa saja berlangsung sampai malam hari,” tandasnya.

Sementara, salah seorang warga selaku DPT TPS 19, Hafiz Makhzumi, mengaku simulasi ini sangat membantu kelancaran pemilu. Ia lantas mengapresiasi simulasi yang dilakukan KPU. “Untuk pemilih milenial mungkin tidak ada kesulitan dalam menyalurjaan hak politik, tetapi banyak di antara orang tua kami yang disabilitas, mereka butuh pendampingan agar hak suaranya tidak sia-sia,” ucapnya. (ari)