Pria di Loteng Diduga Bunuh Istrinya

0
Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Hizkia Siagian (kanan) menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku pembunuhan, Senin 29 januari 2024. Sementara itu, pelaku pembunuhan masih terus menjalani pemeriksaan di Mapolres Loteng. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan Sur (41) pria asal Desa Kawo, Pujut. Korbannya ibu rumah tangga Irawati (39) yang tidak lain istri dari pelaku. Atas perbuatan tersebut pelaku terancam hukuman penjara selama 15 tahun.

Dari keterangan pihak kepolisian, pelaku tega menghabisi korbannya lantaran kesal setelah sebelumnya sempat terlibat cekcok, karena urusan asrama. “Pelaku saat ini sudah kita tahan untuk keperluan proses penyidikan lebih lanjut,” terang Kapolres Loteng, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Hizkia Siagian S.T.K, S.I.K., Senin (29/1).

Kejadian berlangsung pada Kamis 25 januari 2024 malam. Saat itu sekitar pukul 19.00 Wita, korban dengan pelaku terlibat perang mulut. Tak kuat menahan emosi, pelaku lantas menganiaya korban hingga  meninggal. Tubuh korban lantas dibuang di dekat embung di area persawahan tidak jauh dari rumah pelaku.

Pelaku sempat mengarang cerita kalau istrinya hilang dari rumah dan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Di mana awalnya pelaku mengaku sekitar pukul 20.00 Wita, ia diminta oleh korban untuk membeli tabung gas elpiji sembari menjemput anaknya pulang ngaji.

Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, pelaku sempat mampir di rumah keluarganya sampai pukul 23.00 Wita. Setelah pelaku kemudian pulang dan mengaku mendapati rumah dalam keadaan kosong. Sementara televisi masih menyala.

Sempat berpura-pura mencari korban di area persawahan hingga tengah malam, tetapi tetap saja tidak ditemukan. Keesokan hari pelaku menghubungi keluarga korban untuk menanyakan keberadaan korban, tapi korban tidak ada. Singkat cerita, pelaku kemudian berpura-pura seolah menemukan istrinya dalam kondisi meninggal dunia.

Namun ternyata cerita pelaku tidak membuat pihak keluarga korban percaya begitu saja, sehingga meminta dilakukan autopsi dan, ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pelaku kemudian diamankan dan menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Loteng.

Sejumlah saksi lantas diminta keterangan, termasuk pelaku. Dari hasil keterangan saksi-saksi dan penyelidikan, dugaan pelaku pembunuhan mengarah kepada suami korban. Hingga akhirnya pelaku mengakui perbuatannya kepada polisi. “Pelaku mengaku tersulut emosi dan sakit hati. Sehingga tega menghabisi nyawa korban,” ujar Hizkia.

Pelaku sendiri dijerat dengan pasal 338 KUHP sub pasal 351 ayat (3) KUHP tentang kekerasan hingga menghilangkan nyawa dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. “Kasusnya masih terus kita dalami,”pungkasnya. (kir)