Perkuat sebagai Brand Provinsi Agraris, NTB Optimis Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

0
Pj Gubernur NTB, H. Lalu Gita Ariadi, meresmikan Gedung Laboratorium Agens Hayati (LAH) UPTD BPTP Distanbun Provinsi NTB Selasa, 30 Januari 2024 . (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB)-NTB sebagai daerah pertanian, optimis dapat mengembalikan swasembada pangan nasional dengan hadirnya Laboratorium Agens Hayati Balai Pengendalian Tanaman Pertanian (BPTP). Laboratorium ini adalah salah satu unit pelayanan teknis Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB.

Dengan sumberdaya yang kita miliki, saya optimis kita bisa mengulang kejayaan swasembada pangan beras Indonesia dan mendukung Generasi Emas 2045 dengan sektor pertanian, ujar Penjabata (Pj) Gubernur NTB, Drs. H.L Gita Ariadi, M.Si saat meresmikan Laboratorium BPPT NTB di Narmada, Lombok Barat, Selasa, 30 Januari 2024.

Dikatakan Gita bahwa peran laboratorium ini telah mampu menunjukkan kinerja yang baik sebagai tiga laboratorium terbaik nasional dalam upaya meningkatkan produksi petani. Terlebih jika nanti telah terakreditasi sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah maupun nasional melalui pajak.

Pj Gubernur juga memaparkan upaya yang dilakukan pemerintah di sektor pertanian saat kunjungan Menteri Pertanian beberapa waktu lalu dengan menambah anggaran untuk subsidi pupuk, pengaturan irigasi dan beberapa proposal pembangunan pertanian NTB yang telah diajukan.

Ia mengapresiasi pula capaian laboratorium ini dan hadirnya petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) yang selama dua tahun banyak meraih penghargaan nasional atas kinerjanya.
Pj Gubernur meresmikan Gedung Laboratorium Agens Hayati (LAH) UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BPTP) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB yang berlokasi di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Selasa, 30 Januari 2024.

Pj Gubernur memberi apresiasi atas peresmian Gedung LAH BPTP Distanbun ini. Ia berharap kinerja BPTP ke depannya akan semakin baik dalam memajukan sektor pertanian di NTB.

Terlebih lagi, LAH BPTP sebelumnya telah meraih berbagai prestasi tingkat nasional meskipun saat itu belum memiliki Gedung dan fasilitas pendukung lainnya. Oleh karena itu, peresmian Gedung LAH BPTP ini diharapkan menjadi motivasi untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi ke depannya.

Jadi dalam keadaan minimalis sudah mampu berbuat maksimal. Maka dalam kondisi daya dukung fasilitas gedung yang jauh lebih maksimalis, maka hasil capaiannya tentu harus maksimal kuadrat,” pesan Lalu Gita.

Monyongsong Indonesia Emas 2045, Pj Gubernur menyebut bahwa salah satu penopang utamanya adalah kembali berjayanya sektor pertanian. Sesuai dengan tugas BPTP, ia mengarahkan agar ke depannya terus memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki. Tentunya badan ini harus memberikan perlindungan terhadap organisme pengganggu tanaman dan lain sebagainya dengan optimal.

“Mudah-mudahan kantor ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan dan memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan kinerja BPTP wabil khusus, dan Dinas Pertanian dan Perkebunan pada umumnya. Sehingga branding NTB sebagai daerah agraris pertanian yang berkemajuan, dengan keunggulan tadi banyak sekali prestasi-prestasi yang sudah dicapai,” harap Gita.

Peresmian Laboratorium Agens Hayati (LAH) UPTD. Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BPTP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pj Gubernur NTB yang disaksikan oleh jajaran UPTD BPTP Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB.

Untuk diketahui, Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BPTP) merupakan Unit Pelaksana Teknis Distanbun NTB. BPTP NTB berperan dalam perlindungan tanaman sebagai upaya pengamanan produksi tanaman pangan dan hortikultura dari Gangguan OPT serta Dampak Perubahan Iklim.
Sementara itu, Kepala BPPT NTB, Baiq Rahmayati, M.Si mengatakan, selain sebagai tempat pengujian mutu dan konsultasi. Banyak inovasi teknologi bahan pengendali ramah lingkungan yang dihasilkan dan didistribusikan ke petani NTB.

Luas tanaman pangan NTB yang aman dari serangan hama dan perubahan iklim sebesar 56,5 persen terealisasi 97 persen. Juga tanaman hortikulutra sebesar 103 persen lebih serta pengendalian hama sebesar 90 persen lebih yang membuat BPTP NTB tetap memperoleh tambahan anggaran pusat, ujarnya. (ris)