Pemkot Siapkan Lahan Pemakaman Baru

0
Asisten I H. Lalu Martawang saat memberikan keterangan pers pada Senin, 29 Januari 2024. Pemkot Mataram berkomitmen menyediakan lahan pemakaman bagi masyarakat Kota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram membebaskan sejumlah lahan untuk tempat pemakaman umum (TPU) baru. Komitmen ini direalisasikan untuk memberikan jaminan dan kepastian bagi masyarakat.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahtetaan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang menjelaskan, masalah di perkotaan selama ini adalah ketersediaan lahan pemakaman. Permasalahan ini menjadi komitmen bagi Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dan Wakil Walikota Mataram TGH. Mujiburrahman untuk menyelesaikan ketersediaan lahan baru bagi pemakaman sehingga masyarakat terlayani dengan baik. “Jadi Pak Wali dan Pak Wakil memiliki komitmen dalam visi-misi Harum masyarakat dari sejak lahir sampai meninggal terlayani dengan baik,” kata Martawang pada Senin, 29 Januari 2024.

Lahan yang disediakan yakni, lokasi untuk pembuangan abu jenazah umat Hindu di Lingkungan Mapak, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Luas lahan dibebaskan 15 are. Lahan ini dipastikan bisa digunakan sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman diminta menyiapkan penataan kawasan tersebut, seperti jalan, jembatan, dan lampu penerangan.

Selain itu, Pemkot Mataram juga memastikan tidak ada umat muslim yang kesulitan untuk memakamkan keluarganya, sehingga sediakan lahan pemakaman dengan skenario awal meresmikan lahan pemakaman di Kelurahan Gomong seluas 6 are. Di Kelurahan Monjok dibebaskan lahan seluas 1,7 hektar dan diharapkan segera disiapkan penataan karena di TPU Karang Medain telah melebihi kapasitas.

Berikutnya lanjut Martawang, PT. Metro Lestari menghibahkan tanah seluas 10,6 are di Lingkungan Pandan Salas, Kelurahan Mayura. Penyediaan lahan pemakaman di belakang UPTD Pengujian Kendaraan. Lahan ini tinggal menunggu penyelesaian administrasi dari Pemprov NTB. “Ada juga penambahan lahan di Lingkungan Karang Bate seluas 2,6 are untuk mensiasati kekurangan lahan pemakaman,” terangnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, M. Nazaruddin Fikri menambahkan, penyediaan lahan pemakaman di Kota Mataram sebagai bentuk komitmen Pemkot Mataram dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Artinya, warga yang meninggal tidak serta merta dikembalikan ke daerah asalnya sehingga permasalahan sosial kemasyarakatan ini harus terpenuhi. “Pak Wali memiliki komitmen untuk menyediakan lahan pemakaman bagi masyarakat,” katanya.

Untuk pengelolaan makam secara teknis akan diatur regulasinya. Pemkot Mataram berupaya menata pemakaman seperti ruang terbuka hijau sehingga menambah ruang publik serta tidak terkesan seram.

Salah satu contohnya adalah di TPU Karang Medain. Selanjutnya kata Nazaruddin, TPU di Monjok seluas 1,7 hektar pengelolaannya lebih modern dilengkapi pagar, mushala, jalan, dan lain sebagainya supaya tertata rapi dan memberikan kesan estetika. “Kita coba hilangkan kesan seram dan pemakaman tertata rapi,” tambahnya.

Ia menyebutkan, lahan dibebaskan di antaranya 15 are di Loang Baloq dan tersisa 7 are untuk lahan parkir. Lahan di Monjok 1,7 hektar baru dibebaskan 20 are dan telah disiapkan anggaran Rp5 miliar tahun ini. Di Lingkungan Karang Bate ada penambahan lahan 2,6 are dan ditriwulan pertama akan diselesaikan pembebasan lahannya. Lahan di Gebang Baru baru dibayar Rp500 juta dan disisanya Rp500 juta akan dibayar tahun ini. “Kalau hibah provinsi ini sedang proses administrasi,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Miftahurrahman menambahkan, lahan di Loang Baloq telah disiapkan hanya menambah akses jalan tetapi masih ada jalan alternatif termasuk penyediaan penerangan jalan. Pihaknya juga akan melakukan penataan terhadap lahan pemakaman di RTH Pagutan dan lain sebagainya. (cem)