Askrindo Jamin Rp3,93 Triliun KUR Mengucur di NTB

0
Slamet Ermayudi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – PT. Asuransi Kredit Indonesia atau PT. Askrindo sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2023 telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3,93 triliun yang dikucurkan oleh perbankan di Provinsi NTB.

Askrindo menjamin KUR sebesar 50 persen dari total KUR yang tersalur di provinsi ini. Pimpinan Cabang Askrindo NTB di Mataram, Slamet Ermayudi di kantornya, Senin, 29 Januari 2024 menyampaikan, untuk Provinsi NTB, KUR yang disalurkan oleh perbankan dijamin oleh dua perusahaan penjaminan kredit, salah satunya adalah Jamkrindo selain Askrindo.

“Kalau kami menjamin sebesar 50 persen dari total KUR, jika perusahaan penjaminnya hanya dua, berarti sekitar Rp7,86 triliun. Tapi data pastinya penyaluran KUR di NTB boleh divalidasi dengan data Dinas Koperasi dan UMKM NTB,” ujarnya. Slamet menambahkan, secara nasional KUR mengucur sebesar Rp365,5 triliun tahun 2022. Tahun 2023 turun menjadi Rp260 triliun.

Disisi lain, Tingkat kredit macet KUR di NTB disebutnya cukup tinggi. Kredit macet yang harus ditanggung tersebut bukan berasal dari KUR yang disalurkan oleh perbankan tahun 2023. Melainkan dari kredit macet karena NTB mengalami bencana gempa tahun 2018 dan covid-19. “NTB ada riwayat gempa, disusul covid. Sehingga banyak nasabah KUR yang mengajukan restrukturisasi kredit ke perbankan. Jatuh temponya tahun 2022, 2023. Sehingga terjadilah los rasio,” katanya.

Karena kredit macet tersebut, lanjut Slamet, Askrindo harus membayar klaim sebesar Rp132,8 miliar tahun 2022. Tidak sebanding dengan IJP (Imbal Jasa Penjaminan) yang dikucurkan sebesar Rp75,4 miliar. Tahun 2023, IJP Askrindo di NTB sebesar Rp62 miliar. Karena adanya penurunan nilai KUR. Sementara klaim yang dibayar sebesar Rp77 miliar. Menurut Slamet, angka klaim ini masih terbilang cukup tinggi.

“Tapi kami masih laba di tahun 2023, kenapa? Karena kami ada subrogasi (hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung). kredit macet dari KUR yang sudah kami bayarkan ke bank penyalur tidak serta merta menghilangkang kewajiban nasabah untuk membayar. Tetap di bayar, dan masuknya ke kami untuk melunasi kewajiban hutang, karena klaimnya sudah kami bayar ke bank,” imbuhnya.

Pada bagian lain, untuk asuransi umum, nilai penjaminan yang dilakukan oleh Askrindo sebesar Rp2,02 triliun. Salah satunya yang dicover adalah asuransi kebakaran dan gempa bumi proyek salah satu hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Sehingga total pada tahun 2023 volume asuransi dan penjaminan kredit yang sudah kita laksanakan sebesar Rp7,5 triliun, termasuk penjaminan KUR,” demikian Slamet. (bul)