Renovasi Kantor Gubernur, Pj Sekda Harapkan Bisa Jadi Ikon di NTB

0
Gambar bagian depan desain Kantor Gubernur NTB yang akan dilakukan renovasi. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Renovasi Kantor Gubernur NTB segera dilakukan pada tahun 2024 ini. Anggaran untuk renovasi sudah dianggarkan Pemprov NTB sebesar Rp40 miliar dalam APBD 2024. Pada desain renovasi Kantor Gubernur NTB ini, terjadi sejumlah perubahan yang mencolok dibandingkan dengan kondisi bangunan yang diresmikan tahun 1977 ini.

Dalam renovasi yang akan dilakukan ini, Kantor Gubernur NTB terlihat lebih megah dan menarik. Bahkan, menurut Penjabat Sekda NTB Ibnu Salim, S.H., M.Si., Kantor Gubernur NTB ini harus bisa menjadi ikon baru di NTB.

Melalui renovasi ini, ujarnya, pihaknya ingin menunjukkan hal yang menjadi simbolik dan menjadi ikon Provinsi NTB. Bahkan, pihaknya ingin Kantor Gubernur dapat menjadi ikon seperti halnya Gedung Putih di Amerika Serikat.

 Tidak hanya itu, tambahnya, Kantor Gubernur NTB harus bisa meninggalkan kesan bagi pengunjung yang datang, sehingga dilakukan renovasi pada tahun ini. ‘’Renovasi kantor Gubernur NTB dengan anggaran Rp40 miliar telah disetujui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam APBD 2024. Nanti kalau orang melihat kantor gubernur, itu Mataram NTB. Sama dengan Sirkuit Mandalika begitu melihat gambarnya bercorak batik, pasti itu Sirkuit Mandalika,” ujarnya menggambarkan, Minggu 28 januari 2024.

Dalam melakukan renovasi ini, tambahnya, Pemprov NTB akan melakukan rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait  untuk percepatan renovasi Kantor Gubernur NTB. Menurutnya, sesuai perencanaan, renovasi Kantor Gubernur NTB ditargetkan selesai pada bulan Desember 2024 mendatang.

Dalam rapat yang akan dilakukan akan dibahas mengenai konstruksi dan pembahasan lain, sehingga penyelesaian renovasi Kantor Gubernur NTB sesuai dengan rencana pada Desember 2024.  .

Diakuinya, pada 24 Januari lalu, telah dilakukan pembahasan awal renovasi Kantor Gubernur NTB bersama perangkat daerah terkait. Beberapa pembahasan di antaranya pembangunan saat ini hanya bertumpu pada selasar depan dan interior dalam ruangan. Namun, dalam renovasi ini akan menambah luas bangunan existing dari 5.064 meter persegi dan menjadi 6.324 meter persegi, sehingga diperlukan adanya pemindahan personel dalam rangka kegiatan renovasi tersebut.

Pihaknya juga masih melakukan persiapan administrasi yang meliputi penilaian ambang batas kerusakan gedung, penyusunan justifikasi teknis, pencatatan aset, dokumen kepemilikan tanah, sertifikat laik fungsi bangunan. Jika sudah tuntas, termasuk dari sisi tendernya, maka renovasi akan dilakukan. (ham)