Jaksa Kebut Pemeriksaan Saksi Kasus Sumur Bor

0
Efi Laila Kholis, (SuaraNTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Kejaksaan Negeri Lombok Timur, terus berupaya merampungkan pemeriksaan terhadap para saksi di kasus dugaan korupsi proyek sumur bor untuk irigasi pertanian senilai Rp1,13 miliar di tahap penyidikan. “Sudah 16 orang saksi yang sudah kita periksa, jumlah itu bisa bertambah dalam menguatkan perbuatan melawan hukum di kasus itu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lombok Timur, Efi Laila Kholis, kepada Suara NTB, kemarin.

Efi pun meyakinkan, dalam penanganan terhadap kasus itu, penyidik sudah mengantongi indikasi perbuatan melawan hukumnya. Salah satunya proyek tersebut tidak bisa digunakan masyarakat dan dibiarkan mangkrak begitu saja. “Indikasi PMH nya sudah ada, tinggal kita perkuat alat bukti dengan pemeriksaan para saksi,” sebutnya.

Dia pun berharap supaya proses penyidikan terhadap perkara ini tidak membutuhkan waktu lama sehingga bisa langsung menetapkan tersangka. Kasus ini pun menjadi atensi untuk dituntaskan, karena indikasi PMH nya sudah ada. “Mudah-mudahan penanganannya berjalan lancar, sehingga kita bisa langsung menetapkan tersangka,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya proyek sumur bor itu diduga bermasalah terkait pekerjaan pembangunannya. Proyek itu berada di Dusun Tejong Daya, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur yang dianggarkan pada tahun 2017. Anggaran pembangunan senilai Rp1,13 miliar bersumber dari Direktorat Pengembangan Daerah Tertentu pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Sementara pelaksana proyek ini merupakan perusahaan yang berkantor di Kota Mataram, CV SAMAS. Perusahaan tersebut muncul sebagai pemenang lelang dengan nilai penawaran Rp1,13 miliar dari pagu Rp1,24 miliar. (ils)