Ubah Perilaku Tanam, Distan Lotim Imbau Petani Kembali ke Alam

0

Selong (Suara NTB) – Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengajak petani untuk mengubah perilaku tanamnya. Petani diharapkan tidak terlalu mengandalkan pupuk atau obat-obatan yang berbahan kimia. Diimbau, petani kembali ke alam dalam proses budidaya tanamannya.

Kepala Dinas Pertanian Lotim, Sahri kepada Suara NTB kemarin mengatakan adanya biosaka sebagai salah satu alternatif dalam melakukan pemupukan tanaman. Praktik biosaka ini di Lotim sudah mulai dilakukan tapi belum berjalan secara massal.

Biosaka ini dilakukan dengan mengumpulkan tujuh daun berbeda. Setelah itu semua daun dicampur dan diremas-remas untuk memperoleh airnya. Air campuran inilah yang bisa digunakan untuk penyemprotan maupun pemupukan tanaman.

Dengan kembali ke alam ini, kata Sahri, akan terselamatkan dua sekaligus. Penyelamatan tanaman dan penyelamatan lahan. Lahan pertanian yang selama ini banyak yang kritis bisa dikendalikan lewat biosaka.

 Air dari perasaan tujuh daun ini dipercaya memiliki kandungan yang sangat kompleks. Hal ini cukup baik bagi tumbuh kembang tanaman. “Beberapa tempat sudah membuktikan manfaat biosaka ini dan hasilnya luar biasa,” katanya

Dikatakan, contoh keberhasilan dalam aplikasi ini perlu disebarluaskan. Bahkan ada penyuluh pertanian yang siap  memberikan bimbingan untuk aplikasi biosaka ini.

Disadari, penggunaan pupuk maupun pestisida kimia ini telah banyak merusak lahan pertanian sehingga harus kembali ke alam. Pemerintah diketahui sudah lama menyarankan go organik untuk menyelamatkan lahan pertanian dari kehilangan unsur hara.

Andika, salah satu petani di Tirtanadi mengakui kondisi lahan pertanian saat ini sudah mulai tidak subur akibat terlalu banyak bahan kimia. Akibatnya, lahan menjadi kurang produktif. Hasil panen pun terus merosot. Mengatasi hal ini, diperlukan segera untuk kembali ke organik.

Sejumlah petani sekarang sudah mulai menggunakan bahan alam untuk pemupukan. Termasuk untuk menyemprot hama tanaman ada yang menggunakan susu.

Penggunaan pupuk kandang juga mulai banyak. Seperti penggunaan pupuk organik cair berbahan baku kencing ternak. Tidak sedikit yang membeli kotoran kambing dan ayam untuk dibawa ke lahan-lahan pertanian. Meski prosesnya lebih lama dibandingkan kimia, tapi dinilai ini lebih baik untuk jangka panjang lahan. (rus)