Kumpulkan Kades dan Lurah, Wabup KSB Ajak Peduli Atasi Stunting

0
Wakil Bupati Dompu, H Syahrul Parsan, saat menandatangani kesepakatan bersama kepala desa dan Lurah Se-Kabupaten Dompu untuk tangani stunting.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT mengumpulkan kepala desa dan Lurah Se-Kabupaten Dompu. Mereka diminta menandatangani komitmen untuk menanggulangi kasus stunting di wilayahnya, sehingga bisa berkontribusi pada penanganan stunting se Kabupaten Dompu di tahun 2024.

Mulai dari pencegahan hingga penanggulangan stunting yang diawali dengan tindakan interversi pada ibu hamil (Bumil). Mengintervensi bumil melalui program penyuluhan gizi, penyuluhan pola asuh, pengelolaan stres ibu dan anak. “Penerapan pola hidup sehat, pemberian makanan tambahan dengan nilai gizi yang tinggi akan berdampak baik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting,” kata Wakil Bupati Dompu, H Syahrul Parsan, ST, MT di aula pendopo Bupati Dompu, Kamis, 25 Januari 2024.

Langkah-langkah itu, lanjutnya, tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Tapi butuh kontribusi dan dukungan semua pihak. Karena itu sangat erat kaitannya dengan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

“Sehingga dibutuhkan sinergi semua pihak. Makanya sekarang kita kumpulkan para kepala desa dan Lurah untuk menandatangani komitmen ikut menangani stunting di daerahnya serta upaya pencegahannya,” katanya.

Dikatakan H. Syahrul Parsan, jumlah kasus stunting di Kabupaten Dompu tinggal 10an persen berdasarkan pengukuran timbangan pada saat posyandu. Pemerintah menargetkan kasus stunting hingga 0 kasus. Berbagai upaya terus didorong, termasuk upaya pencegahan melalui Dinas pengendalian penduduk dan KB untuk kasus prevalensi stunting. “Harapnya, penderita stunting bisa tertangani dan mereka yang berpeluang stunting dapat dicegah,” harapnya. (ula)