Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Sumur Bor Senilai Rp1,13 Miliar

0
Efi Laila Kholis . (SuaraNTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Kejaksaan Negeri Lombok Timur, terus mendalami dugaan korupsi proyek sumur bor irigasi pertanian di Dusun Tejong Daya, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur tahun 2017 setelah kasusnya naik ke penyidikan.

“Jadi, PMH (perbuatan melawan hukum) nya terus kita dalami, kemarin juga sudah kita periksa pejabat pembuat komitmen (PPK) dari Kementerian, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI,” kata Kajari Lombok Timur Efi Laila Kholis, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Jumat, 26 Januari 2024.

Pemeriksaan terhadap PPK dilakukan untuk melengkapi berkas perkara di tahap penyidikan. Sejumlah saksi yang berada di Kabupaten Lombok Timur juga sudah dilakukan pemeriksaan sebelumya. “Hingga saat ini sudah puluhan saksi yang sudah kita periksa dan masih akan terus bertambah untuk menguatkan alat bukti di kasus tersebut,” ujarnya.

Efi pun meyakinkan, salah satu indikasi PMH di kasus itu yakni proyek tidak bisa digunakan masyarakat sejak selesai dibangun. Namun untuk kepastian  pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan saksi lainnya. “Jadi indikasi PMH nya, sumur itu tidak bisa digunakan, tetapi kami masih terus memperkuat bukti lainnya,” kata Efi.

Diberitakan sebelumnya proyek sumur bor itu diduga bermasalah terkait pekerjaan pembangunannya. Proyek itu berada di Dusun Tejong Daya, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur yang dianggarkan pada tahun 2017.

Anggaran pembangunan senilai Rp1,13 miliar bersumber dari Direktorat Pengembangan Daerah Tertentu pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Sementara pelaksana proyek ini merupakan perusahaan yang berkantor di Kota Mataram, CV SAMAS. Perusahaan tersebut muncul sebagai pemenang lelang dengan nilai penawaran Rp1,13 miliar dari pagu Rp1,24 miliar. (ils)