Investor Lokal akan Bangun Hotel Senilai Rp25 Miliar di Kota Bima

0

Mataram (Suara NTB) – Investor lokal di Pulau Sumbawa akan membangun hotel dan suite (akomodasi lain) senilai Rp25 miliar di Kota Bima. Masuknya investasi ini salah satunya karena stimulus kemudahan berinvestasi yang diberikan oleh Pemkot Bima. Pj. Walikota Bima, H. Muh. Rum mengatakan, pembangunan hotel akan dilakukan tahun ini, sementara tengah dituntaskan proses perizinannya.

“Yang jelas sudah ada dana Rp10 miliar tahun ini untuk Kolaka Suite (city hotel) dengan 32 kamar. Kemudian investor lain masih dengan perusahaan yang sama membuat suite itu Rp25 miliar lebih besar, nanti viewnya menghadap pantai,” ujar Rum. Kendati demikian, untuk pengerjaannya sendiri sekarang ini masih terbentur persoalan RTH (Ruang Terbuka Hijau). Lantaran sebelumnya ada kekeliruan dari pemerintahan yang lama untuk mengeluarkan Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) di atas lahan pribadi orang.

“Ini sudah saya lapor ke kementerian AD/ATR di Jakarta akan dilakukan direvisi nantinya. Saya minta teman-teman beri izin dulu supaya bisa mereka bangun dulu. Sayang Rp25 miliar kalau tidak terlaksana” katanya. Pembangunan hotel dimaksud, tambah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB ini, diharapkan rampung pada tahun ini pembangunannya. Sehingga semakin banyak wisatawan atau pengunjung ke Kota Bima yang akan datang berlibur, ataupun berbisnis.

“Selain hotel, Kami juga membuat jogging track di mangrove di atas pantai Amahami (dekat dengan pembangunan hotel kedua,red). Ini menjadi wahana baru di Kota Bima,” tambahnya. Sementara ini, menurut Rum, investor yang masuk berinvestasi di kota Bima masih diharapkan dari investor lokal. Atau dalam negeri. Sembari menjajaki peluang kerjasama dengan Penanam Modal Asing (PMA).

“Kita masih menarik yang lokal-lokal dulu. Kalau PMA itu nanti skala besar (investasinya, red). Sementara itu dulu, kita juga sudah minta Santika masuk dan Insya Allah mereka sedang mencari lahan,” imbuhnya. Masuknya pada investasi di Kota Bima dengan pembangunan hotel ini tentu saja tidak lepas dari potensi pangsa pasarnya. Karena Kota Bima termasuk kota yang indah, tidak kalah dengan kabupaten/kota lainnya di NTB. Hanya saja persoalan lain adalah konektifitasnya.

“Ini kita butuhkan konektivitasnya, sedang kami coba agar semakin banyak kunjungan ke Kota Bima,” tandasrnya. (bul)