Menteri ATR Programkan Pensertifikatan Gratis 2,1 Juta Persil Tanah di NTB

0

Giri Menang (Suara NTB) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto menyerahkan 160 Sertifkat Hak Milik (SHM) di Desa Lembar Kecamatan Lembar Lombok Barat, Kamis (25/1). Untuk di NTB, Menteri ATR memprogramkan pensertifikatan gratis  2,1 juta persil tanah bagi masyarakat, fasilitas umum, keagamaan, sosial dan lainnya.

Dalam penyerahan serifikat tanah secara simbolis kepada 35 warga tersebut, Menteri ATR didampingi PJ Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi dan Bupati Lobar Hj Sumiatun bersama jajaran Forkopimda. Menteri ATR pada kesempatan itu mengapresiasi warga yang rela menyerahkan tanahnya untuk membangun kepentingan umum, berupa irigasi dan jalan usaha tani di wilayah setempat.

Menteri ATR menerangkan pihaknya menyerahkan serifikat Konsolidasi Tanah atau KT pertanian garapan masyarakat. Program ini diberikan karena sebelum dikonsolidasi, warga mengeluhkan kesulitan akses transportasi untuk mengangkut  hasil pertanian sehingga menyebabkan biaya  pengangkutan hasil panen mahal.

“Atas dasar insiatif warga sebanyak 160 orang, itu siap tanahnya dikurangi (dipakai) untuk kepentingan apa? kepentingan jalan dan irigasi. Dan hari ini saya serahkan sertifikat 160 persil kepada masyarakat,” terang Menteri ATR mengapresiasi warga setempat. Pihaknya dalam kesempatan itu menanyakan langsung ke warga setelah adanya program Konsolidasi Tanah tersebut, di mana warga mengaku tidak ada lagi permasalahan untuk mengangkut hasil bumi mereka.

Dalam kesempatan itu juga, menteri ATR menyerahkan tanah wakaf dan pura. Dalam proses pengurusan pensertifikatan lahan ini, kata mantan Panglima TNI ini, tidak ada dipungut biaya atau gratis.

Ia menyebut, target pensertifikatan tanah di NTB melalui program kementerian ATR sebanyak 2,1 juta persil. Dari jumlah itu yang sudah selesai 1,8 juta persil.  “Untuk pertambahan ekonomi dari hasil pensertifikatan dan sertifkat dihaktanggungkan sebesar Rp8,9 triliun,” jelasnya.

Sementara, Bupati Lobar Hj Sumiatun dalam kesempatan itu menyampaikan pihak Pemda sangat mengapresiasi Menteri ATR yang telah memberikan program pensertifikatan lahan warganya di Lembar.

“Dan ini secara gratis kepada warga, dan Alhamdulillah warga kami juga memberikan lahan untuk irigasi dan jalan tani,” ujarnya. Keuntungan dari pembukaan jalan usaha tani ini selain memudahkan warga, juga akan meningkatkan nilai atau harga tanah di daerah sekitar. Namun pemda sendiri memiliki PR menangani jalan dan irigasi yang belum selesai. Kebutuhan anggaran untuk rabat jalan dan irigasi mencapai Rp3 miliar lebih. Pihaknya pun sudah  menyampaikan dan mengusulkan langsung ke menteri ATR untuk ditangani.

“Kami sampaikan ke pak Menteri agar bisa ditangani, dikoordinasikan denga Menteri terkait. Dan Alhamdulillah pak gubernur juga merespon, tentu kami tidak akan tinggal diam, terus mengawal,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Lembar, Sainah mengatakan proses pembukaan jalan usaha tani itu telah lama diupayakan. Sehingga tidak ada warga yang protes. Bahkan warga yang menantang membuka jalan itu. Sehingga dari rencana pembukaan jalan 1 kilometer lebih, bertambah menjadi 2,4 kilometer dengan lebar 3 meter. Kalau ditambah dengan jalan lama yang dibuka, totalnya 3,6 kilometer lebih. “Dan tambahan jalan tani itu dari lahan warga yang sukarela memberikan tanahnya untuk irigasi dan jalan tani,”ujarnya.

Jalan tani itu sendiri menghubungkan tiga desa, yakni desa Lembar induk, Jembatam Kembar dan Desa Lembar Selatan. Jumlah serifikat yang diberikan menteri ATR lahan tersebut sebanyak 160 persil. “Itu diberikan kepada 160 orang Warga,” imbuhnya. (her)