Berada di Pedalaman, Bupati KLU Ingatkan Nakes Tak Putus Asa

0

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, SH., kembali membuka fasilitas kesehatan Pustu (Puskesmas Pembantu) di KLU. Pustu yang ke-30 ini, berada di desa baru hasil pemekaran yang notabene berada di wilayah pedalaman Kecamatan Kayangan.

Pustu yang dibuka, Rabu, 24 januari 2024 adalah Pustu Desa Pansor. Desa ini adalah desa hasil pemekaran dari Desa Sesait. Dengan beroperasinya Pustu Pansor, memastikan jumlah desa yang mempunyai Faskes Pustu adalah 70 persen dari 43 desa se – KLU.

“Fasilitas kesehatan maupun tenaga medis yang kita miliki pada saat ini masih kalah jauh dengan daerah lain, tapi kita tidak boleh putus asa. Kota harus tetap berikhtiar memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” tegas Djohan saat membuka Pustu Pansor.

Ia menyambung, pelayanan Pustu Pansor merupakan bagian dari implementasi program integrasi layanan primer di Kabupaten Lombok Utara. Letak Pustu yang berada di wilayah pedalaman, diharapkan dapat mendekatkan akses pelayanan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan bagi masyarakat sekitarnya.

Ia mengingatkan, makna kesehatan sangat fundamental bagi kehidupan seseorang. Jika seseorang sakit, praktis tidak akan bisa mengerjakan pekerjaan lainnya.

“Saya juga meminta, dari segi inovasi atau gagasan pelayanan kesehatan, terus ditingkatkan. Kita sudah meraih penghargaan IGA (Inovative Government Award), sehingga inovasi-inovasi berkelanjutan perlu dikembangkan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. Abdul Kadir, menyampaikan pembukaan Pustu baru adalah upaya pelayanan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Di desa-desa terdalam, dipandang perlu untuk menambah fasilitas dasar yang dibutuhkan oleh warga.

“Hingga saat ini jumlah Pustu  yang sudah terbangun sebanyak 30 yang tersebar di beberapa desa di KLU. Harapan kita, Pustu Pansor memberi dampak positif terhadap kinerja pelayanan kesehatan,” imbuh Kadir. (ari)