Penataan Pedagang di KEK Mandalika Jadi Atensi di 2024

0

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) melakukan rapat koordinasi teknis terkait pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika 2024, termasuk penataan pedagang.

Plt Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Liz Zeny Mery di Praya, Kamis mengatakan kegiatan ini untuk membahas berbagai isu strategis yang ada di DPSP Mandalika dengan harapan berbagai isu tersebut pada 2024 ini bisa diselesaikan dengan baik.
“Persoalan yang mencuat yang menjadi atensi adalah penataan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di daerah itu hingga permasalahan aset,” katanya.

Suasana pelatihan yang digelar untuk pelaku UMKM di Mandalika.(Suara NTB/dok)

Sementara untuk sengketa lahan di KEK Mandalika dianggap sudah tuntas, terlebih saat ini masyarakat juga sudah diberikan tempat tinggal pengganti yang tidak jauh dari Sirkuit Mandalika.
“Misalkan lokasi relokasi di Dusun Ngolang Desa Kuta yang dibangun Kementerian PUPR perlu dilakukan serah terima bersama Pemkab. Termasuk program- program apa yang perlu kita dorong di 2024 ini sudah coba kami diskusikan,” katanya.

Ia mengatakan hal yang menjadi pekerjaan rumah (PR) dan perlu menjadi atensi adalah para PKL agar bisa diberikan ruang agar bisa dilakukan penataan lebih baik lagi. Meski pada saat MotoGP pemerintah sudah menyiapkan areal di depan sirkuit Mandalika untuk para PKL, namun tentu perlu ditata agar bisa lebih baik lagi ke depannya.

“Termasuk yang perlu diselesaikan adalah masalah aset yang secara administrasi perlu pengaturan dengan baik. Di satu sisi berbagai pelatihan juga akan tetap dilakukan dengan semangat yang sama untuk terus membangun DPSP Mandalika dan pengembangan pada tahun 2024 ini fokus menuntaskan pekerjaan yang belum bisa tuntas sebelumnya,” katanya.

Disampaikannya bahwa sebenarnya pembangunan yang ada di KEK Mandalika ini lebih banyak yang sudah rampung. Namun tentu berbagai hal yang sampai dengan saat ini belum selesai maka diharapkan pada tahun ini bisa tuntas semuanya.
“Untuk yang belum selesai maka tahun ini harus tuntas sebelum berakhir masa kepemimpinan presiden periode ini. Hanya saja untuk isu lahan sudah dianggap sudah selesai karena sudah diselesaikan oleh ITDC apalagi sudah ada relokasi,” katanya.

Di satu sisi kalaupun fakta di lapangan masih ditemukan adanya permasalahan di bawah maka pihaknya meminta kepada pemda untuk bisa menyelesaikannya. Karena dari pemerintah pusat menganggap permasalahan lahan ini sudah tuntas.
“Kalau masih ada permasalahan lahan maka diselesaikan saja dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Pelatihan Khusus
Tahun lalu, program pelatihan dan pembinaan hospitality dengan sasaran para pelaku wisata termasuk pelaku UMKM di Kawasan The Mandalika telah menyasar sekitar 231 pelaku wisata. Dilaksanakan dalam empat gelombang sejak bulan Juli 2023 lalu. Keberadaan program tersebut diharapkan bisa mendorong kesadaran serta hospitality para pelaku di kawasan The Mandalika. Sebagai salah satu elemen penting dalam mendukung pengembangan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tersebut.

“Terakhir ada 61 pelaku wisata di kawasan The Mandalika yang mendapat pelatihan hospitality melalui program InJourney Hospitality House (IHH) pada 25-27 Oktober 2023,” ungkap General Manager The Mandalika Molin Duwanno, dalam keteranganya, Jumat, 27 Oktober 2023.

IHH sendiri merupakan program yang dilaksanakan Injourney yang berfokus pada peningkatan serta pemahan terkait hospitality dibidang pariwisata. Dengan sasaran pada para pelaku wisata yang ada disekitar kawasan The Mandalika. Yang pada akhirnya mampu mendorong dan meningkatkan keterampilan serta kualitas pelayanan para pelaku wisata guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Di mana dalam pelaksanaan program IHH tersebut ini, para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek penting dalam komunikasi pelayanan, cara berpenampilan serta berpakaian. Termasuk sikap yang benar dalam pelayanan serta presentasi produk yang bersih dan menarik.

Kedepan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan langkah pemberdayaan para pedagang dan pelaku pariwisata di sekitar kawasan The Mandalika. Dengan meningkatnya jumlah peserta dalam setiap batch pelatihan. Tetapi dengan mempertahankan kualitas pelatihan. Sehingga pada akhirnya nantinya program tersebut bisa menjadi salah satu penopang utama perkembangan industri pariwisata di kawasan The Mandalika.

Lebih lanjut Molin menjelaskan, selama tahun 2023 ini program IHH sudah dilaksanakan selama empat kali. Angkatan pertama dilaksanakan pada 24-26 Juli 2023 lalu dengan 55 orang peserta. Kemudian batch II di bulan Agustus 2023, sebanyak 57 orang peserta. Kemudian batch III pada tanggal 18-20 September 2023 kemarin, dengan 58 orang peserta.

“Harapan kita, semoga ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan tersebut dapat membantu perkembangan usaha para pelaku wisata. Sekaligus mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan melayani tamu (customer) dari para pelaku wisata yang sudah mendapat pelatihan ini,” tutupnya.(ant/kir)