Tak Ada Biaya Operasional Perantingan Pohon di Lobar

0

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) ditugaskan untuk melakukan penanganan penebangan dan perantingan pohon. Hal ini mengacu pada Peraturan Bupati Lobar Nomor 48 tahun 2023 tentang penyelenggaraan perlindungan pohon yang ditetapkan tanggal 2 Oktober Tahun 2023.

Ironisnya, di tengah tingginya permintaan dan keluhan soal perantingan pohon ke OPD terkait, justru OPD terkait tak dibekali peralatan memadai dan anggaran operasional kegiatan seusai diamanahkan dalam Perbup tersebut.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kadis LH Lobar, Hermansyah tak menampik kalau semenjak diserahkan kewenangan per Januari 2023 lalu, pihaknya tidak ada anggaran untuk operasional penanganan pohon pinggir jalan. “LH nggak ada anggaran (operasional penanganan pohon), saat diserahkan dari Januari 2023. Mungkin fiskal daerah tidak tersedia,” jelasnya, kemarin. Untuk penanganan perantingan dan penebangan pohon di Senggigi yang dilakukan mulai Senin, 8 Januari 2024 pun dibayai sendiri dulu menggunakan dana pribadi.

Sebab pihak Pemda dalam hal ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengarahkan untuk menggunakan BTT di BPBD. “Dan itu butuh proses,” akunya.

Diakui yang agak berat untuk operasional. Kalau turun lapangan dirata-rata dalam sehari untuk biaya BBM, oli, serta pemeliharaan alat, makan dan minum anggota tim antara Rp500 sampai dengan Rp1 juta. “Makanya kita cicil (bertahap),”ujarnya. Belum lagi tim butuh peralatan safety ketika naik ke pohon saat memotong ranting pohon. Sebab kekhawatiran terjadi hal yang tak diinginkan kalau tanpa alat safety. “Salah sedikit, bisa jatuh,”ujarnya.

Tak hanya anggaran, peralatan yang dimiliki sangat minim. Yang dimiliki DLH saat ini hanya dua buah mesin gergaji pemotong atau chainsaw, sehingga pihak saat penananganan di lapangan juga kerap menyewa tenaga dan chainsaw. Untungnya pihaknya dibantu juga oleh tenaga serta alat dari desa. Dan tahun ini ada anggaran untuk pengadaan alat chainsaw tangga.

Bicara ideal seharusnya untuk penanganan wilayah di Lobar yang sangat luas butuh peralatan lengkap dan memadai. Seperti Crane, itu seharusnya ada untuk memudahkan naik pohon saat memangkas dahan atau ranting. “Kalau bicara ideal, iya (perlu ada crane),”ujarnya.

Pihaknya sendiri sudah mengusulkan  semua kebutuhan baik anggaran dan peralatan tersebut ke Pemda. Namun disadari kondisi anggaran daerah belum memungkinkan. “Iya sabar, yang jelas kita jalankan tugas ini,” tegasnya.

Sementara sejauh ini permintaan dari warga masyarakat untuk perantingan pohon lumayan tinggi. Jumlahnya mencapai 30 perantingan,” itu nanti tim melakukan survey turun cek pemohon, KTP, pohonnya,” jelasnya. Itu nanti dianalisis bersama tim, kemudian diterbitkan rekomendasi kepada pemohon. Rekomendasi itu bisa saja diberikan kepada pemohon dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Dan bisa saja dinas yang melakukan perantingan dan penebangan. (her)