Rumah Warga Terkena Longsor Pembangunan Proyek Bendungan Meninting

0

Giri Menang (Suara NTB) – Longsor proyek bendungan Meninting kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), belum ditangani. Akibatnya, sejumlah rumah warga terancam tergerus Longsor. Wargapun terpaksa diungsikan.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Camat Gunungsari, H. Rusni mengatakan, pihaknya sudah turun bersama kades Bukittinggi untuk mengecek lokasi longsor. “Kita masih menunggu PPK-nya yang sudah berjanji dengan pak Kades untuk menyelesaikan masalah ini (longsor),” kata mantan Sekdis Koperasi ini, kemarin

Pihaknya bersama Kades masih menunggu, karena PPK-nya mau menyelesaikan masalah ini tanpa Balai Wilayah Sungai (BWS) selaku pemilik proyek. Hal ini yang diperoleh informasi dari Kades. “Kalau nanti PPK-nya lamban, kami dengan pak Kades akan ke BWS dan pihak lainnya,” tegasnya.

Sebanyak 18 Kepala keluarga (KK) terdampak tanah longsor di desa seputaran atau lingkar proyek Bendungan Meninting Lombok Barat. Menyebabkan sejumlah KK tersebut tepaksa mengungsi karena takut rumahnya tergerus longsor sewaktu-waktu. Selain itu, akibat longsor itu memutus akses jalan tiga desa. Warga masyarakat tiga desa yang terdampak akses jalan putus tersebut, tidak bisa beraktivitas ke ladang dan perkebunan milik mereka.

Warga dan pihak desa mendesak pemerintah segera menangani akses jalan putus tersebut. Sementara itu Kades Bukit Tinggi, Ahmad Muttakin, mendesak agar pemerintah dan BWS segera menangani longsor tanah warga dan akses jalan Desa. “Karena 18 KK yang terdampak  dan masyarakat tiga Desa yang tidak bisa lewat beraktivitas ke ladang karena jalan Desa terputus dugaan  akibat galian pengambilan material proyek,” jelasnya. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola proyek bendungan tersebut, dan berharap ada perhatiannya serta penanganan segera dari pihak terkait.

Hal senada disampaikan Kadus Paok Lomboq, Ulul Azmi, bahwa  dampak longsor proyek bendungan Meninting, akses jalan yang menghubungkan tiga desa di antaranya Bukit Tinggi dan Mekar Sari dan Gegerung terputus. “Akibat longsor ini, terputusnya akses jalan warga tiga desa. Akses jalan warga untuk mencari kehidupan (nafkah) ke lokasi hutan,”jelas Kadus Paok Lomboq ini.

Pihaknya sangat berharap agar pemerintah baik itu BWS, terlebih Pemprov NTB dan Pemkab, Dinas PU untuk segera segera merespon dengan cepat. Menangani akses jalan yang putus akibat longsor ini yang terjadi sejak lama. Terlebih saat ini musim hujan sedang melanda daerah sekitar sehingga sangat membahayakan rumah warga. Sejauh ini belum ada tindakan cepat penanganan dari instansi terkait, sehingga kalau dibiarkan berlarut-larut akan mengikis rumah warga sekitar. “Harapan kami pihak terkait, baik BWS, Pemprov dan Pemda segera turun tangani dampak longsor ini,”kayanya. (her)