Realisasi PAD 101,32 Persen, Bapenda KLU Optimis Tatap Target Rp253 Miliar

0
Membaiknya sektor pariwisata dinilai akan mendorong capaian PAD untuk KLU. Tampak wisatawan manacanegara naik sepeda menikmati indahnya salah satu objek wisata di KLU. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Bapenda Kabupaten Lombok Utara (KLU) optimis menatap beban target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024 mendatang sebesar Rp253, 69 miliar. Optimisme ini tidak lepas dari capaian PAD tahun 2023 yang tercatat sebesar 101,32 persen, atau setara Rp 196,398 miliar lebih dari target Rp 193,843 miliar lebih.

Kepala Bapenda KLU, Ainal Yakin, S.Pd., melalui Kepala Bidang Pendapatan, Arifin, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 5 Desember 2023 mengungkapkan, target PAD tahun 2024 ditetapkan meningkat 55 persen lebih dibanding target 2023. Kendati demikian, pihaknya tetap meyakini beban target tersebut dapat dicapai seiring potensi pajak dan retribusi yang terus digali.

“Dibandingkan dengan tahun 2022 sebelumnya, realisasi tahun ini cukup bagus. Faktor yang mendukung tidak lepas dari kondisi yang kondusif di daerah, termasuk pariwisata,” ungkap Arifin.

Ia menerangkan, jumlah target PAD yang ditetapkan Pemda tahun 2023 adalah Rp 193,843 miliar lebih. Dari target itu, tercapai Rp 196,398 miliar lebih.

Surplus capaian PAD, kata dia, tidak lepas dari realisasi yang mampu dicapai di semua OPD lingkup Pemda Lombok Utara. Tercatat ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mampu membukukan pendapatan cukup signifikan, misalnya Dinas Kesehatan, RSUD Tioq Tata Tunaq, Dinas PUPR, DKP3, DLH, Dishub, Diskominfotik, Dinas Pariwisata, BKAD, Sekretariat Daerah, dan Bapenda sendiri.

Di Bapenda selaku OPD leading sector  saja, realisasi PAD juga mengalami surplus. Dimana capaian yang dihimpun sebesar Rp 124,861 miliar lebih, dari target Rp 108,96 miliar lebih. “Artinya capaian Bapenda sekitar 114,59 persen,” imbuh Arifin.

Sementara pada OPD lain, realisasi PAD disumbang antara lain oleh RSUD sebesar Rp 42,774 miliar lebih dari target Rp 39,12 miliar (tercapai 109,34 persen). Selanjutnya Dinas Kesehatan membukukan PAD 78,32 persen atau sebesar Rp 18,523 miliar lebih dari target Rp 23,65 miliar lebih.

Berikutnya Dinas Lingkungan Hidup menyumbang realisasi Rp 718,712 juta dari target 1,5 miliar (47,91 persen). “Jumlah ini kemungkinan masih bisa bertambah, karena seperti di Kominfo itu kontrak kerja mereka dimulai dari Bulan Oktober sehingga masih bisa terkejar,” ucapnya.

Sementara di sektor pariwisata, capaian pendapatan untuk daerah sebesar Rp 3,579 miliar lebih (71,59 persen) dari target Rp 5 miliar. Seiring membaiknya sektor pariwisata dan adanya kerjasama dengan Akacindo, penarikan PAD tahun 2024 mendatang dinilai akan semakin bertambah. “Kita optimis untuk tahun depan jika kondisinya terus membaik, target yang ditetapkan tidak mustahil untuk dicapai,” tandasnya. (ari)