Usaha Pertanian Perorangan di NTB, Padi dan Sapi Potong Jadi yang Terbanyak

0

Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menyatakan bahwa ada 10 komoditas terbanyak yang diusahakan oleh Usaha Pertanian Perorangan (UTP) di daerah ini. Komoditas yang berada di puncak yaitu komoditas padi sawah inbrida.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, setelah padi sawah inbrida, komoditas sapi potong berada di urutan kedua. Sebab banyak petani yang juga sebagai peternak sapi.

Komoditas lain yang menjadi usaha pertanian perorangan yaitu jagung hibrida, ayam kampung biasa, tembakau, kelapa, kambing potong, kacang tanah, cabai rawit, dan pisang kepok.

“10 komoditas tersebut berasal dari tiga subsektor, yaitu: tanaman pangan berupa padi sawah inbrida, jagung hibrida, kacang tanah. Kemudian subsektor hortikultura berupa cabai rawit dan pisang kepok serta subsektor peternakan berupa sapi potong, ayam kampung biasa, dan kambing potong, dan perkebunan berupa tembakau dan kelapa,” kata Wahyudin saat menyampaikan rilis hasil Sensus Pertanian 2023 Senin, 4 Desember 2023.

Ia menerangkan, usaha pertanian perorangan yang mengusahakan padi sawah inbrida sebanyak 367 ribu unit atau sekitar 47,83 persen dari seluruh usaha pertanian perorangan. Sapi potong dan jagung hibrida masing-masing diusahakan oleh 221 ribu unit (28,84 persen) dan dan 184 ribu unit (24,06 persen) usaha pertanian perorangan.

Selanjutnya, diikuti oleh komoditas ayam kampung biasa 106 ribu unit (13,90 persen), tembakau 61 ribu unit (8,04 persen), kelapa 53 ribu unit (7,02 persen), kambing potong 49 ribu unit (6,43 persen), kacang tanah 34,58 ribu unit (4,50 persen), dan cabai rawit 31 ribu unit (4,15 persen).

“Terakhir, sebagai terbanyak ke-10, pisang kepok menjadi komoditas yang diusahakan oleh 27 ribu unit UTP atau sebesar 3,56 persen dari keseluruhan UTP di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2023,” katanya.

Wahyudin mengatakan, secara umum UTP di Provinsi NTB tahun 2023 sebanyak 768.765 unit, naik 21,48 persen dari tahun 2013 yang sebanyak 632.853 unit. UTP paling banyak terdapat di Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah 205.352 unit atau 26,71 persen dari UTP di Provinsi NTB.

Selanjutnya, kabupaten/kota dengan jumlah UTP terbanyak kedua dan ketiga yaitu Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Bima yang masing-masing sebanyak 179.313 unit (23,32 persen) dan 102.258 unit (13,30 persen). Sementara itu, UTP paling sedikit terdapat di Kota Mataram dengan jumlah 5.645 unit atau 0,73 persen dari UTP di Provinsi Nusa Tenggara Barat.(ris)