PON Aceh Sumut, 254 Atlet Siap Berikan Prestasi Terbaik bagi NTB di 41Cabor

0
Tribudi Prayitno (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – NTB akan mengikuti 192 nomor pada 41 cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) tahun 2024 mendatang. Sebanyak 254 atlet siap memberikan yang terbaik bagi NTB pada PON Aceh-Sumut ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB Drs. Tribudi Prayitno, M.Si., menjelaskan, 254 atlet ini ditargetkan bisa meraih 20 medali emas dari 41 cabor yang diikuti. Target ini lebih banyak dari PON Papua 2021 lalu sebanyak 17 medali emas dan meraih 15 medali emas. Perolehan ini menempatkan NTB pada posisi 9 nasional.

Sekarang ini, ujarnya, KONI NTB sedang mengumpulkan data-data atlet yang lolos PON ke Pengprov Cabor dan Pengurus Besar (PB) Cabor masing-masing. Ini untuk memastikan data akurat atas atlet mana saja dinyatakan lolos ikut PON di nomor-nomor apa saja. Teman-teman dari KONI akan melakukan analisa-analisa terkait dengan pola penyiapan atlet kita, baik melalui pelatda dan selanjutnya mengikuti PON tersebut, ujarnya pada Suara NTB, Rabu, 6 Desember 2023.

Diakuinya, beberapa waktu lalu sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi dan juga Wakil Ketua Bidang Binpres itu mengenai pola dari berbagai sumber daya dukung yang akan dibutuhkan dallam melakukan berbagai macam kegiatan, baik sejak persiapan pelatda sampai dengan keberangkatan dan mengikuti pelaksanaan PON.

Sampai dengan kemarin data sementara lolos di 41 cabor ini meningkat tajam dbandingkan PON Papua yang kemarin tahun 2021 dengan 19 cabor. Pun begitu jumlah atlet pelonjakan cukup besar. Kalau di PON 2021 lolos atlet 109 sekarang ini sebanyak 254 ini baru atletnya, belum termasuk pelatih, ofisial dan pendamping lainnya. Ini membutuhkan persiapan matang dalam menghadapi PON 2024, sehingga KONI sedang mendesain plan A, Plan B, mungkin juga plan C atas persiapan dan pelaksanaan pelatda hingga keberangkatan, tambahnya.

Mengenai jumlah biaya yang dibutuhkan dalam memberangkatkan atlet dan seluruh ofisial, mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB ini mengakui pihak KONI masih melakukan ppenghitungan-penghitungn, karena harus detail penghitungannya.

Yang mana ke Sumatera Utara dan yang mana ke Aceh, sehingga ini akan berkorelasi dengan kebutuhan-kebutuhan tadi (tiket pesawat dan kebutuhan lainnya) belum lagi kalau KONI melakukan sport intelligence (memperhitungkan potensi dan peluang yang ada) termasuk bagaimana performa dari atlet-atlet kita. Jadi skenario-skenario itu sedang diigoodok oleh KONI sampai dengan Desember ini, termasuk juga untuk proses pencarian daya dukung lainnya. Ini terkait dengan pembiayaan dan segalanya, terangnya.

Pihaknya juga mengingatkan, jika pengelolaan olahraga sifatnya pentahelix. Menurutnya, mengelola olahraga tidak ansih pertanggungjawaban pada pemerintah, tapi pada yang lain, seperti dunia usaha, dunia industri dan masyarakat, akademisi, termasuk media. Dalam hal ini, media berperan dalam pemberitaan yang positif, terutama bisa memoticasi dan menggugah peran serta para pihak, sehingga event besar ini menjadi terlaksana.

Meski demikian, pada PON Aceh-Sumut, harus betul-betul dicermati oleh KONI peluangnya di cabor mana dan nomor mana. Kalau tadi kita sebut PON 2021 Papua dengan 19 cabor dan 109 atlet di sini, dengan 41 cabor dan 254 atlet, kalau itu dipakai hitung-hitungan, kita punya peluang. Namun, semua daerah berusaha mencapai prestasi dan hasil yang maksimal. Kita harus melakukan itu, sehingga bisa tercapai. Namun semua itu bermuara pada kesiapan kita, trmasuk daya dukung yang harus dimilki sebagai sebuah kontingen yang ideal, tegasnya.

Terkait waktu pelatda, menurutnya dari hasil diskusi, idealnya waktu pelatda bulan Januari 2024. Namun, bila PON digelar bulan September. Pihaknya belum tahu, apakah pelaksanaan PON akan dimajukan atau dimundurkan. Tapi sementara masih pada penyiapan pelaksanaan bulan September 2024, sehingga masalah persiapan atlet dan lainnya KONI, pengurus cabor dan pelatih yang akan menentukannya. (ham)