SMKN 3 Mataram Dikunjungi Bidang SMK Dikbud Sumsel

0
Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris (pakai peci) saat mendampingi Kepala Bidang SMK Dikbud Sumsel, Mondyaboni meninjau bengkel yang ada di SMKN 3 Mataram.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipimpin langsung olek Kepala Bidang SMK, Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., melakukan kunjungan kerja di SMKN 3 Mataram yang diterima Kepala SMKN 3 Mataram Sulman Haris, S.Ag, M.Pd.I., di ruang sidang lantai 2, Kamis, 30 November 2023.

Dalam kunjungan kerja kali ini Mondyaboni didampingi oleh Kasi Kurikulum dan beberapa Kepala SMK di Sumatera Selatan.

Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris menyampaikan, SMKN 3 Mataram bersama 10 SMK lainnya ditetapkan sebagai BLUD tahun 2022 dan sampai saat ini SMK di NTB yang menjadi BLUD sebanyak 34 SMK BLUD.

Dalam program Vokasi Berkelanjutan, NTB masuk dalam 3 besar yaitu Kalimantan Utara, Jawa Tengah, dan NTB yang menerapkan 5 program unggulan yaitu BLUD, Guru Tamu, Magang Guru, Satu siswa satu Usaha, dan Tracer Study.

Sulman Haris juga menyampaikan tentang jargon SMK yaitu KOMPAK untuk mencapai Juara yaitu Kolaborasi, Objektif, Mandiri, Profesional, Amanah dan Kompeten dengan harapan akan mencapai JUARA Jujur Unggul, Asri, Ramah, Aman.

“SMKN 3 Mataram menjadi pusat pengembangan Konversi Motor Listrik, dan SMKN 3 Mataram adalah SMKN pertama di Nusra. Bekerja sama dengan CSR UIP dan ESDM yang dalam waktu dekat serta dalam waktu dekat SMKN 3 menjadi dua sisi yaitu bagian depan sisi Pendidikan dan bagian belakang wajah wirausaha yang di dalamnya termasuk BLUD,” jelas Sulman Haris.

Kepala Bidang SMK Dikbud Sumsel, Mondyaboni menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja kali ini mendapatkan informasi kebijakan-kebijakan yang diterapkan di NTB bisa diadopsi untuk kemajuan SMK-SMK yang ada di Sumatera Selatan. Saat ini target utama adalah mengurangi pengangguran yang ada di Sumatera Selatan

Dalam paparannya Mondyaboni menyampaikan bahwa di Sumatera Selatan kebijakan kurikulum menyesuaikan dengan kearifan lokal di daerah masing -masing, salah satunya Kurikulum Kopi yang diterapkan di Kabupaten Lahat, karena merupakan daerah penghasil kopi termasuk yang terbesar di Indonesia, di mana semua peralatan dan pemrograman didukung dari pemerintah provinsi.

Sementara di daerah Muara Enim dikembangkan Kurikulum Nanas karena daerah ini merupakan penghasil nanas dan nanas di sini bisa berkembang lebih besar dari nanas dari daerah lain. Di daerah Kepayang ada Batik Kepayang, terinspirasi dari salah satu makanan di daerah Kepayang yang di tempat lain makanan itu berupa racun ikan yaitu putas, namun di Kepayang, putas diolah menjadi makanan yang bisa dikonsumsi. Batik juga dihasilkan di daerah lain seperti Ogan Komering Ulu yang sudah ke pasar internasional dan sudah memiliki HAKI dan beberapa jenis batik di daerah lain.

 Hal ini berdampak dengan meingkatnya kepercayaan dunia industri terhadap lulusan SMK dampak yang kedua jika industri memerlukan tenaga kerja tertentu dan masih kurang maka kekurangannya akan dipenuhi dari sekolah lainnya. Dengan sistem ini Sumatera Selatan berhasil menurunkan tingkat pengangguran SMK dari 12% menjadi 7,5%  ini adalah capaian yang cukup bagus karena di atas rata-rata nasional.

Usai penerimaan dan penjelasan rombongan Bidang SMK Sumatera Selatan melakukan kunjungan ke bengkel-bengkel yang selama ini digunakan untuk praktik oleh siswa dalam pembelajaran. (ron)