Punya Peran Strategis, Dinas Kesehatan Gelar Pelatihan Da’i Kesehatan Tingkat Kota Mataram 2023

0
dr.Emirald Isfihan, MARS. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Para da’i kesehatan di Kota Mataram dinilai memiliki peran yang sangat strategis untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Karena itulah Dinas Kesehatan Kota Mataram menggelar kegiatan Pelatihan Da’i Kesehatan Tingkat Kota Mataram 2023 yang berlangsung di Idoop Hotel, Senin, 4 Desember 2023.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram yang diwakili oleh Kabid Kesehatan Masyarakat I Gusti Bagus Bagiayasa SH mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk bersama-sama menanggulangi masalah kesehatan, sebab pemerintah daerah tak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dari segenap komponen masyarakat, termasuk kalangan pendakwah untuk mensyiarkan pesan-pesan kesehatan dalam kegiatan keagamaan.

Suasana Pelatihan Da’i Kesehatan Tingkat Kota Mataram 2023.(Suara NTB/ist)

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Mataram  memiliki 15 da’i kesehatan. Mereka selama ini sangat membantu dalam sosialisasi program kesehatan kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada para da’i kesehatan yang telah bekerja sama dengan kita. Jadi beberapa program kerjasama kita sudah berhasil dibantu oleh para da’i kesehatan. Termasuk pada saat pandemi kemarin, para da’i kesehatan sangat membantu dalam mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

“NTB satu-satunya di Indonesia ini yang paling awal memiliki da’i kesehatan. Ini yang memang menjadi incaran Daerah luar untuk studi tiru ke daerah kita,” tuturnya.

Menurutnya, ada sejumlah persoalan sosial dan kesehatan yang masih terlihat di Kota Mataram. Salah satunya  yaitu angka perkawinan usia anak yang masih cukup tinggi. Sehingga para da’i kesehatan diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pendewasaan usia perkawianan dan kesehatan reproduksi.

“Karena sesuai dengan UU Perkawinan, usia wanita dan laki-laki menikah minimal 19 tahun. Ini harus disosialisasikan kepada masyarakat. Karena salah satu penyebab stunting, angka kematian ibu dan bayi itu adalah perkawinan anak,” katanya.

Kemudian terkait dengan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat diharapkan bisa menjadi bahan yang disampaikan oleh da’i dalam ceramahnya. Sebab tren penyakit tak menular semakin tinggi seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, diabetes dan lainnya. Penyakit tersebut bisa diakibatkan oleh gaya hidup seseorang.

Begitu juga pemeriksaan kesehatan calon pengantin diharapkan menjadi atensi da’i kesehatan juga. Terlebih Dikes telah bekerja sama dengan KUA se Kota Mataram dalam rangka tes kesehatan ini guna memastikan bahwa pasangan pengantin ini kondisinya sehat sebelum memiliki keturunan.

Sub Koordinator Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Mataram Dian Novita SKM, M.Kes dalam laporannya mengatakan pihaknya telah menambah jumlah da’i kesehatan di Kota Mataram, dari 15 menjadi 50 da’i kesehatan dan mereka dilatih melalui pelatihan ini, Sehingga masing-masing kelurahan di Kota Mataram nantinya memiliki satu orang da’i kesehatan.

“Harapan kami da’i kesehatan ini nantinya memiliki peran, tugas dan tanggungjawab di wilayah kelurahannya masing-masing. Karena kami memang menyadari, apapun masalah kesehatan yang ada tidak akan pernah bisa kami atasi sendiri tanpa melibatkan semua sektor, termasuk para da’i kesehatan,” ujar Dian.

Salah satu persoalan yang sering muncul yaitu banyaknya berseliweran informasi terkait kesehatan yang belum terverifikasi kebenarannya. Baik itu di masyarakat sekitar kita maupun melalui media sosial. Oleh karena itu kehadiran da’i kesehatan diharapkan bisa ikut berperan untuk membantu menyampaikan informasi kesehatan yang benar dan akurat. Sebab jika informasi kesehatan yang keliru itu diyakini dan dipraktikkan oleh masyarakat, maka akan menimbulkan persoalan kesehatan yang lebih besar.

“Sehingga kami mohon kesediaan dari bapak ustadz dan ustadzah untuk sama-sama menyampaikan informasi kesehatan yang benar tersebut di kelurahan kita masing-masing. Kami juga berharap da’i kesehatan bisa bekerjasama dengan Puskesmas sesuai wilayah kelurahan masing-masing,” katanya.

Terpisah, Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, MARS., terkait PHBS dan GERMAS, dirinya menginginkan semua pihak atau masyarakat turut terlibat. Khususnya, dari unsur tokoh agama atau tokoh masyarakat yang saat ini oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram didaulat untuk menjadi da’i kesehatan.

 “Peran tokoh agama ini (da’i kesehatan-red.) sangat penting. Ini adalah strategi Kita demi mengajak dan menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat,” ujarnya.

Digelarnya pelatihan bagi para da’i kesehatan ini adalah sebagai pembekalan materi kepada mereka yang memuat tentang informasi kesehatan. Penekanannya lebih ditujukan sebagai upaya bersama dalam penerapan PHBS melalui GERMAS dan intervensi pencegahan stunting di masyarakat.

“Materi yang diberikan diataranya seperti penerapan PHBS, imunisasi, Gizi, Penyakit menular dan tidak menular serta Kesehatan Reproduksi yang penyampaiannnya diharapkan dikemas dalam bahasa agama,” kata Emirald yang belum lama ini menjabat sebagai Sekretaris Dikes Kota Mataram.

Dalam upaya mensinkronkan sisi agama dan sisi kesehatan, Emirald menekankan, bahwa dalam sisi keagamaan manapun itu selalu dianjurkan untuk hidup sehat. Namun terkadang, dalam penerapannya timbul pertentangan di tengah masyarakat, untuk itu peran da’i kesehatan ini dinilai sangat membantu.

Bahkan, terkait dengan kesehatan reproduksi yang menyasar remaja usia sekolah, kata dia, itu diharapkan disampaikan dengan pendekatan agama. Terlebih, ini merupakan intervensi pencegahan stunting sebelum kehamilan atau saat usia pra nikah. Dimulai dari upaya menjaga kesehatan calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus.(ris/*)