Petugas Optimalkan Pencarian Korban Balita Hanyut di Sungai Jangkuk

0
Tim BPBD Kota Mataram melakukan penyisiran korban balita usia tiga tahun yang hanyut di Sungai Jangkuk. Hingga Senin sore kemarin korban belum ditemukan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram bersama Badan SAR Nasional Kota Mataram terus mengoptimalkan pencarian korban balita tiga tahun yang hanyut saat bermain di pinggir sungai pada Sabtu, 2 Desember 2023. Proses penyisiran diperluas sampai ke muara sungai dan pinggir pantai.

Kepala BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noer mengatakan, proses pencarian korban hanyut yakni balita usia tiga tahun asal lingkungan Kebon Jeruk Baru, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan terus dioptimalkan. Tim yang terdiri dari personil BPBD, tim SAR, TNI-Polri, dan camat, lurah serta dibantu masyarakat terus melakukan penyisiran.

Proses penyisiran diperluas sampai ke muara Sungai Jangkuk dan pinggir Pantai Ampenan sampai Pantai Loang Baloq. “Kami terus melakukan upaya pencarian mulai dari lokasi kejadian sampai muara Sungai Jangkuk,” kata Mahfuddin ditemui pada Senin, 4 Desember 2023.

Selama dua proses pencarian pada Sabtu-Minggu, 2-3 Desember 2023  belum ada tanda-tanda ditemukan korban. Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) pada pukul 17.00 WITA, Tim SAR akhirnya menghentikan pencarian dan akan lanjutkan sampai tujuh hari pasca kejadian.

Mahfuddin menjelaskan kronologis kejadian bahwa korban bersama saudaranya bermain saat hujan lebat di pinggir sungai. Secara kebetulan di lokasi kejadian ada saluran akibat debit air yang tinggi sehingga korban tidak melibat batas sungai dan saluran akhirnya terjatuh di saluran. Derasnya aliran air di saluran mengakibatkan korban hanyut. “Informasi kita peroleh korban bermain bersama kakaknya dan korban tidak melihat ada saluran akhirnya terpeleset,” ujarnya.

Dikatakan, kejadian ini menjadi pembelajaran bersama terutama bagi orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka saat bermain pada saat musim hujan. Orang tua diminta melarang anaknya bermain di pinggir sungai karena sewaktu-waktu debit air tinggi yang berisiko atau membahayakan. Di samping itu, masyarakat juga waspada terhadap cuaca ekstrem terutama genangan dan pohon tumbang. Khusus warga di pesisir pantai agar mewaspadai gelombang pasang.

Sebagai tambahan informasi sampai berita ini ditulis belum ada perkembangan informasi korban ditemukan oleh petugas. (cem)