Pesan Ganja dari Perancis, Tiga Mahasiswa Diciduk

0

Mataram (Suara NTB) – Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polresta Mataram, menangkap tiga orang mahasiswa salah satu kampus di Mataram ketika hendak menyelundupkan Narkotika jenis ganja dari luar negeri yang dipesan melalui online. “Jadi, ganja tersebut dipesan pelaku dari negara Perancis dengan sistem online seharga Rp500 ribu untuk digunakan secara pribadi,” kata Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa, kepada wartawan, Senin, 4 Desember 2023.

Mustofa melanjutkan, dalam pengungkapan terhadap kasus itu petugas mengamankan tiga orang pelaku yakni RS (22) sebagai pemilik barang dan dua orang lainnya yakni R (24), dan A (24). Para pelaku merupakan mahasiswa di salah satu Universitas di Kota Mataram. “Mereka kita amankan di tiga tempat berbeda yakni RS dan R di rumahnya masing-masing di wilayah Cakranegara dan A di rumahnya di wilayah Ampenan,” sebutnya.

Dari tangan mereka, petugas menyita sedikitnya satu poket ganja dengan berat 23,046 gram dan satu lintingan siap pakai  jenis ganja nabati karbinol. Selain itu, ada juga uang tunai senilai Rp102 ribu dan alat komunikasi. “Untuk ketiga tersangka masih kita amankan di Mapolresta Mataram guna dilakukan proses lebih lanjut,” ujarnya.

Dijelaskan Mustofa, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi yang diterima dari Bea Cukai Mataram. Menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan penelusuran pemilik barang yang dipesan secara online itu. “Jadi, barang itu dikirim dari Perancis melalui Bali dengan tujuan Mataram yang dibungkus sedemikian rupa untuk mengelabuhi petugas,” sebutnya.

Sementara itu Kasi Penindakan dan penyidikan Bea Cukai Mataram Obernard P, mengatakan bahwa awal mula pihak nya mendapat informasi dari Bea Cukai yang berada di Bali. Di informasi itu menyebutkan adanya paket Narkotika dari Prancis tujuan Mataram. “Informasi yang kita terima, kami berkoordinasi dengan Sat Resnarkoba untuk melakukan pengungkapan,”sebutnya.

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP I Gusti Ngurah Bagus Saputra mengatakan, para tersangka memiliki peran masing-masing. Saat ini peran mereka masih terus didalami guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 114 dan atau 111 dan atau 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika sesuai peran masing-masing dengan hukuman rehabilitasi sampai ke penjara 7 tahun,” katanya.

Pesan Ganja Melalui Instagram 

RS sebagai orang yang memesan dan menerima barang itu mengaku membelinya secara online setelah mendapatkan informasi dari Instagram. Saat melakukan pemesanan dia menggunakan bahasa Perancis dengan mengandalkan Google translate. “Saya pesan menggunakan bahasa Perancis, saya pesan melalui instagram Perancis dengan akun le coope,” sebutnya.

Dirinya mengetahui alamat akun tersebut bisa memesan ganja karena muncul di beranda dengan maksud ingin coba-coba. Sementara untuk ganja lokal, dia mengaku sudah empat kali melakukan pemesanan yakni di Kabupaten Lombok Timur. “Baru satu kali untuk ganja luar negeri, kalau untuk lokal dari awal tahun 2023 sudah empat kali saya lakukan pemesanan untuk digunakan secara pribadi,” tukasnya. (ils)